Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Februari 2018 | 22.55 WIB

Membabi Buta, Ini Kronologi Serangan Mahasiswa di Gereja Lidwina

Gereja Katolik Santa Lidwina yang berada di Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, dipasangi garis polisi pasca penyerangan yang terjadi sekitar pukul 07.50 WIB, Minggu (11/2) pagi. - Image

Gereja Katolik Santa Lidwina yang berada di Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, dipasangi garis polisi pasca penyerangan yang terjadi sekitar pukul 07.50 WIB, Minggu (11/2) pagi.

JawaPos.com - Penyerangan di rumah ibadah kembali terjadi. Kini, sasarannya adalah Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, sekitar pukul 07.50 WIB, Minggu (11/2) pagi.


Kejadian bermula ketika pelaku yang bernama Suliyono, seorang mahasiswa yang berasal dari Kandangan, Pesanggrahan, Banyuwangi, Jawa Timur, masuk dari pintu gereja bagian barat. Seketika masuk, ia pun langsung menyerang salah satu jemaat gereja, Martinus Parmadi Subiantoro yang mengenai punggung.


Mengetahui itu, jemaat yang berada di belakang atau kanopi langsung membubarkan diri. Tak henti sampai di situ, pelaku lantas masuk ke gedung utama gereja sambil mengayun-ayunkan senjata tajam.


Ketika para jemaat berusaha membubarkan diri, Suliyono berlari ke arah koor dan langsung menyerang Romo Prier yang sedang memimpin misa dan pelaku juga menyerang para jemaat yang masih berada di dalam gereja.


"Dan mengenai korban atas nama Budi Purnomo dengan masih mengayun-ayunkan senjata tajamnya ke patung Yesus dan patung bunda Maria yang berada di mimbar gereja," ujar Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Pol Ahmad Dofiri saat dikonfirmasi.


Tak lama, petugas Polsek Gamping yang dihubungi para jemaat pun datang ke lokasi. Aiptu Al Munir, langsung mencoba melakukan negosiasi kepada pelaku agar menyerahkan diri. Namun, pelaku berusaha menyerang petugas dan tangan Aiptu Al Munir pun terkena tebasan senjata tajam itu.


"Sehingga terpaksa mengeluarkan tembakan ke arah pelaku dan mengenai perut pelaku sehingga dapat dilumpuhkan dan di bawa ke RS. UGM," jelas Dofiri.


Berikut korban luka dari jemaat Gereja Katolik Santa Lidwina:


1. Budijono, mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang dan leher bagian belakang.


2. Romo Prier, mengalami sobek pada kepala belakang akibat senjata tajam.


3. Aiptu Munir, mengalami luka pada tangan akibat senjata tajam.


4. Martinus Parmadi Subiantara MEngalami luka pada punggung akibat senjata tajam.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore