Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Februari 2018 | 22.29 WIB

Sering Kebanjiran Warga Kampung Pulo Mau Direlokasi, Ini Syaratnya

Banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur - Image

Banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur

JawaPos.com - Warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terendam banjir akibat luapan Kali Ciliwung ingin direlokasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, warga ingin dimanusiakan ketika pindah dari rumah mereka.


Nurul, 52, salah seorang mengaku senang jika pemerintah Provinsi DKI akan merelokasi warga. Apalagi ada tempat yang layak dan murah. "Saya mau saja asalkan gratis. Kalau suruh bayar per bulan dan harganya besar sama saja bohong," kata wanita paruh baya itu kepada JawaPos.com, Rabu (7/2).


Ia menyayangkan jika warga yang direlokasi di rusun Jatinegara harus dikenakan biaya yang cukup besar. "Kemarin yang direlokasi ada yang tidak diganti rugi. Sekarang malah harus bayar perbulannya Rp 600 ribu. Kalau kita disuruh bayar hanya untuk uang kebersihan sih tidak apa-apa," pungkas Nurul.


Meski banjir sudah surut, menurut pantauan JawaPos.com. genangan di sekitar rumah masih menyusahkan warga untuk membersihkannya. Pasalnya mereka harus memompa air yang menggenang ke kali.


Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki program penataan kawasan langganan banjir. Salah satunya yakni memasang sheet pile atau turap baja untuk menahan air masuk ke permukiman yang berada di bantaran kali tersebut.


Hal itu dikatakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang telah mengunjungi Kampung Arus, Cawang, Jakarta Timur. Dia berencana membangun sheet pile di kampung yang terletak di gang sempit dan pada penduduk itu.


Terkait dengan pemasangan sheet pile, Pemprov DKI tentu kesulitan untuk memasukkan alat berat ke dalam kawasan itu. Maka satu-satunya cara, yakni harus dilakukan relokasi bagi warga yang memiliki rumah di sana.


Namun begitu, Sandi mengklaim sebagian warga telah sepakat melepas rumahnya untuk pembangunan sheet pile dalam rangka program Pemprov mengentaskan banjir. Sementara sebagian warga lainnya, masih harus diyakinkan agar mau direlokasi.


"Di Kampung Arus, mereka (warga) sepakat dilepas tanahnya ke pemerintah sehingga ada akses kita bisa memasang sheet pile tersebut. Tapi di daerah-daerah lain yang warganya di situ harus kita yakinkan memastikan bahwa program itu bisa berjalan," ujar Sandi di Balai Kota, Selasa (6/2).


Politikus Partai Gerindra itu menerangkan, warga yang telah sepakat meminta agar dicarikan rumah susun di sekitar Kampung Arus, misalnya di Rusun Cawang. Sandi meyakini, warga yang akan pindah ke rumah susun adalah berdasarkan keinginannya sendiri.


"Mereka nggak digusur ya, karena mereka akan pindah sendiri, karena mereka ikut dalam program penataan," tandasnya.


Menurutnya, program penataan yang dimiliki Pemprov DKI sangat memerlukan dukungan dari warga Jakarta. Jika ditemui titik temu, kata Sandi, pemasangan sheet pile bisa dilakukan mulai tahun ini.


"Kemarin saya bicara sama Pak Wali (Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana), kalau memang sudah bisa terpetakan dari warga yang sepakat itu, mestinya bisa dieksekusi tahun ini," pungkasnya

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore