Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Februari 2018 | 01.03 WIB

Guru Tewas Dipukul Murid, Khofifah: Ini Pekerjaan Rumah Kita

Jenazah Ahmad Budi Cahyanto diantar ratusan pelayat sebelum dimakamkan. - Image

Jenazah Ahmad Budi Cahyanto diantar ratusan pelayat sebelum dimakamkan.

JawaPos.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa turut prihatin atas kasus penganiayaan hingga tewasnya Ahmad Budi Cahyanto. Korban merupakan guru honorer di SMPN 1 Torjun, Sampang, Jawa Timur (Jatim).


"Tentu sangat prihatin. Mudah-mudahan almarhum husnulkhatimah. Keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran," ucap Khofifah di sela acara ziarah di Makam Pejuang Islam asal Malaka Fatimah Binti Maimun di Leran, Gresik, Jumat (2/1).


Menurut Khofifah, semua instansi pendidikan tidak boleh hanya fokus pada persoalan disiplin ilmu pengetahuan. Ada hal penting lainnya yang perlu diperhatikan. Terutama berkaitan dengan pendidikan moral dan perilaku anak.


"Ini pekerjaan rumah kita. Bahwa proses mendidik anak itu tidak bisa sekadar transfer knowledge. Tapi juga transfer attitude. Sikap itu harus ditransfer," jelas Khofifah.


Mantan Menteri Sosial itupun mengungkapkan betapa pentingnya program revolusi mental yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab persoalan moral dan akhlak anak masih menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan di Indonesia.


"Kalau saya ingin menarik kenapa Presiden (Jokowi) menerapkan revolusi mental, revolusi karakter. Jadi problem ini di mental dan karakter anak didik. Jadi bagaimana anak menghormati orang tua, guru, kepada yang lebih tua," ulas Khofifah.


Sementara untuk pelaku pemukulan yang masih berusia pelajar, lanjut Khofifah, harus ditindak sesuai dengan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). "Untuk anak yang menjadi pelaku karena dia masih anak-anak. Menurut undang-undang sistem peradilan anak ya berlaku hukum peradilan anak. Perlu juga ada psychosocial therapy agar tidak menimbulkan trauma," lanjut dia.


Keluarga pelaku dan keluarga korban juga perlu pemulihan psikologis. "Kalau dalam proses pshycosocial therapy, keluarga termasuk di dalamnya. Karena trauma itu akan muncul tidak hanya kepada korban dan pelaku. Tapi juga kepada keluarganya," pungkas Khofifah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore