Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Januari 2018 | 07.30 WIB

Demokrat Miliki AHY, PKB Ada Cak Imin, Siapa yang Untung?

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar - Image

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar

JawaPos.com - Dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terdapat fakta menarik dari eskalasi politik pada Pilpres 2019 mendatang. Dua partai memiliki tokoh muda dianggap sebagai daya magnet tersendiri untuk meningkatkan elektabilitas. Yakni, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat.


Untuk PKB saat ini memiliki Ketua Umum Muhaimin Iskandar yang sudah dipersiapkan menjadi calon wakil presiden dan Partai Demokrat menggadangkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


Menurut peneliti LSI Rully Akbar mengatakan, PKB menggadang Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk maju dalam Pilpres nanti. Langkah itu diperkirakan dapat meningkatkan elektabilitas partai.


Hanya saja saat ini PKB bersaing ketat dengan Demokrat yang tengah gencarnya menggadang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju dalam Pemilu 2019 mendatang.


"Dalam persaingan antara kedua partai tersebut PKB lebih diuntungkan dari Demokrat dengan isu Islam yang sedang hangatnya di masyarakat," ujar Rully dalam keterangan persnya, Kamis (25/1).


Alasannya sangat diuntungkannya PKB, kata Rully, sejak Pilkada DKI Jakarta 2017, isu mengenai Islam sangat seksi. Isu itu diambil PKB yang memiliki basis pemilih tradisional dari kalangan muslim di kalangan Nahdlatul Ulama (NU).


Lebih jauh Rully mengungkapkan, AHY dan Cak Imin dapat menaikkan elektabilitas partai, jika sama-sama bersaing sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2019 mendatang. Sebab, Demokrat maupun PKB dinilai dapat menjadi salah satu partai penentu dan penopang dari di Pilpres 2019, yakni PDIP, Golkar dan Gerindra. Diketahui ketika partai itu begitu getol mencalonkan presiden pada pemilu 2019 nanti.


"Cak Imin kemaren sempat santer dengan cawapres zaman now dan AHY juga begitu tagline-nya, dan mereka bersaing (di pilpres 2019). Memang ini bisa dibilang PKB dan Demokrat bisa menjadi partai penentu salah satu penopang partai tiga besar ini (PDIP, Golkar dan Gerindra), untuk mencalonkan presiden nanti kedepan," tambah Rully.


Sebelumnya LSI melakukan survei pada 7 hingga 14 Januari 2018. Survei itu mengambil sampel 1.200 responden secara metode multi stage random sampling.


Survei itu dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dengan responden yang dilakukan serentak di 35 provinsi di Indonesia, dengan margin of error sebesar 2,9 persen.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore