Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2018 | 01.54 WIB

Berbagai Versi Kenapa Buaya Sungai Palu Terjerat Ban

Buaya berkalung ban yang ada di Sungai Palu, Sulawesi Tengah. Sudah setahun ban itu terjepit di tubuhnya. - Image

Buaya berkalung ban yang ada di Sungai Palu, Sulawesi Tengah. Sudah setahun ban itu terjepit di tubuhnya.

JawaPos.com – Cerita awal mula mengapa seekor buaya di Sungai Palu bisa terjerat ban motor hingga kini masih menjadi teka-teki. Ada yang menyebut buaya itu sebenarnya hendak memakan mangsa tapi terjerat ban yang mengapung. Tapi ada yang mengatakan buaya itu sengaja dijerat oleh manusia.



Dari cerita yang didapat masyarakat sekitar, keberadaan buaya berkalung ban itu memang sudah lama. Lebih dari satu tahun. Namun tidak ada yang melihat sendiri bagaimana proses buaya itu bisa terjerat ban. Seorang warga yang ditemui Jawa Pos di sekitar Jembatan Dua Sungai Palu mengatakan, buaya itu sebenarnya hendak memakan mangsa yang mengapung di sungai. Namun ternyata yang disergap sebuah ban.



Tak jauh dari sekitar reruntuhan jembatan, yang selama ini kerap disebut sebagai rumah buaya berkalung ban, memang banyak terdapat sampah. Termasuk banyak ban bekas. “Buaya itu mungkin menganggap ban yang mengapung seperti makanan, begitu dicaplok malah terjerat,” ujar seorang warga yang kemudian banyak diyakini sebagai sebuah kebenaran.



Ada lagi cerita lain, bahwa ban itu sengaja dilempar seorang pencari pasir di sekitar Jembatan Dua. Di sekitar Jembatan Dua memang banyak para pencari pasir sungai. Ketika itu, pencari pasir terkejut dengan keberadaan buaya, lalu dia melempar ban ke arah buaya. Ban itu lalu disambar dan masuklah ke tubuh buaya.



Cerita itu memang masuk akal. Sebab banyak yang tahu, bahkan ada yang memiliki foto dokumentasinya, buaya itu terjerat ban sejak tubuhnya masih belum sebesar sekarang. Dalam foto dokumentasi yang dimiliki warga, ban itu sempat melilit bagian perut buaya. Tapi kini ban itu sudah tidak bisa berpindah-pindah, melilit di bagian leher.



Cerita lain yang masuk akal dan banyak yang menyakini ialah buaya itu sebenarnya tertangkap warga yang mencari ikan dengan setrum. Ketika itu buaya ikut tertangkap bersama ikan. “Karena kondisinya lemas, buaya bisa dengan mudah dikalungi ban oleh penangkapnya. Si penangkap ini saya kenal, dia penjual reptil,” ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan.



Oleh si penangkap ikan, buaya itu kalungi ban dengan tujuan agar mudah diikat di pinggir sungai. Si penangkap ikan ini tak langsung membawa buaya ke darat karena dia masih mencari ikan di daerah lain. “Tapi begitu dia balik, buaya yang dikalungi ban ini bisa lepas dari ikatan. Tapi bannya yang tidak bisa terlepas dari tubuhnya,” ujar pria asli Palu itu.



Apapun versi terjeratnya buaya itu, namun yang pasti kondisi satwa nahas itu kini makin membahayakan. Panji Petualang, penyelamat satwa yang diajak Jawa Pos Group untuk menyelamatkan buaya itu mengatakan, ban itu makin menjerat leher si buaya. “Saya lihat dari foto, itu ada bagian-bagian kawat ban yang sudah menancap di lehernya. Makanya kalaupun nanti bisa saya tangkap, susah untuk dikeluarkan. Jalan satu-satunya saya gergaji bannya,” tutur Panji.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore