Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Januari 2018 | 08.30 WIB

Hari Pertama Rekayasa Lalu Lintas Tahap Dua, Tanah Abang Masih Macet

Kemacetan Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. - Image

Kemacetan Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

JawaPos.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah melakukan rekayasa lalu lintas tahap dua di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (9/1). Hal ini dilakukan lantaran kawasan pusat perbelanjaan terbesar se-Asia Tenggara itu masih dilanda kemacetan parah.


Kepala Seksi Operasional Sudinhub Jakarta Pusat Boval Juliansyah mengatakan, rekayasa lalu lintas Tanah Abang tahap dua ini akan dilakukan penutupan jalan sejak pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB. Nantinya, arah putar balik dari Jalan Fachrudin ke Jalan Mas Mansyur akan ditutup.


"Jadi dari Jalan Fachrudin yang mutar balik ke arah Auri Jalan Mas Mansyur ditutup dari jam 12 sampai jam 6 sore. Terus diarahkan ke Jalan Wahid Hasyim arah Sarinah untuk mutar balik. Tapi belok kanan dari Wahid Hasyim ke Auri masih bisa," kata Boval saat ditemui di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (9/1).


Rekayasa lalu lintas tahap dua ini, kata dia, dilakukan karena penutupan jalan tahap satu di Jati Baru Raya berimbas kemacetan di sepanjang kawasan tersebut. Alhasil, saat ini pihaknya pun telah mengaktifkan kembali lampu merah di depan Tanah Abang Blok A.


Namun, kemacetan masih terjadi, sehingga nantinya sistem menit lampu merah tersebut akan diubah. "Iya, Jalan Jati Baru Raya itu rekayasa tahap pertama, imbasnya kan macet sekali, makanya ini kita mulai rekayasa tahap dua. Ini lampu merahnya masih kelamaan, masih 90 detik, nanti mau diatur lagi lampu merahnya biar hijau yang lebih panjang," ungkapnya.


Hasil rekayasa lalu lintas tahap dua ini, lanjut Boval, akan terlihat hasilnya setelah diterapkan selama kurang lebih dua bulan. Karena untuk melihat keberhasilan rekayasa ini, pihaknya harus mengamati segala aspek lalu lintas.


"Belum bisa kita lihat dari sehari dua hari, bahkan seminggu dua minggu juga belum kelihatan, soalnya yang kita amati banyak. Bisa jadi nanti orang ambil alternatif lain, dalam sebulan dua bulan ke depan mungkin baru kelihatan hasilnya," terangnya.


Boval sendiri mengaku belum mengetahui sampai kapan rekayasa ini akan dilakukan. Lantaran, dia hanya melakukan pengecekan dilapangan, sementara kebijakan menunggu perintah pimpinan.


"Kita coba seminggu dua minggu ke depan, bisa jadi lebih. Tergantung kebijakan pimpinan," pungkasnya.


Dari pantauan JawaPos.com, lalin lalu lintas di sekitar kawasan Tanah Abang masih terjadi kemacetan seperti biasanya. Kemacetan dimulai sejak pukul 16.00 WIB saat para pedagang kaki lima (PKL) menutup lapak jualan mereka.


Perlu diketahui, sebelumnya Kepala Bidang Management Rekayasa Lallu Lintas (MRLL) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Priyanto kembali merilis rekayasa lalu lintas untuk mengakomodasi kendaraan di sekitar lokasi.


"Untuk menunjang penyelenggaraan kegiatan tersebut akan dilaksanakan pengaturan lalin," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (6/1).

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore