
UNIK: Ichwan dan Wahyu terlihat bahagia duduk di atas pelaminan yang terbuat dari botol plastik bekas.
Pelaminan pasangan M. Ichwan Aziz dan Wahyu Laili terbuat dari ribuan botol plastik yang didaur ulang. Suvenir buat para tamu berupa bibit kangkung dan bayam dilengkapi kompos.
WENNY ROSALINA - RICKY VAN ZUMA, Jombang
---
PULANG dari ngunduh mantu di Dusun Kedungboto, Jombang, itu, tiap tamu pasti merasa seperti baru singgah ke toko tanaman. Betapa tidak, bukan gelas, dompet, atau sisir yang dibawa sebagai suvenir. Melainkan bibit kangkung dan bayam. Lengkap dengan komposnya pula.
Selama acara, juga tak ada suguhan air mineral dalam gelas plastik seperti lazimnya di sebuah hajatan.
Haus? Ada air hujan kok! ''Jika ada air minum berkualitas dari alam tanpa sampah dan gratis, kenapa harus beli? Air ini pH-nya 8, sekaligus edukasi untuk masyarakat juga bahwa air hujan itu bisa dikonsumsi setelah diolah,'' kata M. Ichwan Aziz, pengantin pria, kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Kalau tampak tak lazim, harap maklum. Ngunduh mantu Ichwan dengan Wahyu Laili, 22, di Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, tersebut memang bertema ramah lingkungan.
Di desanya yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Kota Jombang itu, Ichwan memang dikenal sebagai pegiat lingkungan. Pria 27 tahun tersebut aktif di komunitas Bara Muba (Barisan Anak Muda Balongsari).
Jadilah resepsi yang berlangsung pukul 10.00-12.00 kemarin itu zero waste. Alias tanpa menyisakan sampah sama sekali Dekorasi kuade (pelaminan) pun dari botol-botol plastik yang didaur ulang.
"Konsep dekorasinya ala-ala ecobrick. Sampah plastik itu cukup bahaya jika dibuang, ditimbun, atau bahkan dibakar," ungkap Ichwan.
Ecobrick yang kini digemari banyak orang merupakan metode mengurangi sampah plastik dengan cara mendaur ulangnya menjadi barang berguna. Ichwan sengaja memilih ide itu untuk mengampanyekan hidup sehat.
Juga, mengajak masyarakat agar tak malas mendaur ulang sampah. Tujuan lainnya? Efisiensi tempat dan biaya.
Tapi, rencana Ichwan itu sempat ditentang orang tuanya. Rasa-rasanya memang tidak akan mudah meyakinkan orang tua mana pun untuk menghelat pesta dan para undangannya disuguhi air hujan. Dan, pulangnya disangoni bibit tanaman.
"Bapak ibu jelas tidak terima. Ide saya dibilang ide konyol. Apalagi hari H pernikahan kami semakin dekat," imbuhnya.
Laili? Ichwan memilih merahasiakannya dari pasangan hidup yang resmi dinikahinya Minggu lalu (7/1) itu. Bukan karena takut ditolak. Tapi karena memang dimaksudkan sebagai kejutan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
