Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Desember 2017 | 06.55 WIB

Rusia Tuduh AS Latih Mantan Islamic State untuk Bertempur

Islamic State - Image

Islamic State

JawaPos.com - Kepala Staf Umum Rusia Jenderal Valery Gerasimov menuduh Amerika Serikat (AS) melatih mantan militan Islamic State di Syria untuk bertempur guna mengacaukan stabilitas negara tersebut.


Tuduhan Gerasimov dibuat dalam sebuah wawancara surat kabar di sebuah pangkalan militer AS di Tanf, sebuah perbatasan jalan raya strategis Syria yang berseberangan dengan Irak di selatan negara tersebut.


Rusia mengatakan, basis AS itu ilegal. Daerah sekitarnya juga telah menjadi lubang hitam tempat gerilyawan beroperasi tanpa hambatan.


Gerasimov mengatakan kepada harian Komsomolskaya Pravda kalau AS sedang melatih pejuang yang merupakan mantan militan Islamic State. Namun mereka sekarang mengganti namanya menjadi New Syrian Army atau nama lainnya.


Islamic State tahun ini telah kehilangan hampir seluruh wilayah yang dikuasainya di Syria dan Irak. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, bagian utama pertempuran dengan Islamic State di Syria telah berakhir. Ini menurut kantor berita RIA yang dikelola negara.


AS mengatakan, fasilitas Tanf adalah basis sementara yang digunakan untuk melatih pasukan mitra untuk memerangi Islamic State. AS menolak tuduhan Rusia kalau mereka melatih militan Islamic State.


Washington tetap berkomitmen untuk memusnahkan Islamic State. Selain itu juga tetap menolak basisnya di Tanf sebagai tempat berlindung yang aman bagi Islamic State.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore