
NEGERI SAKURA: Tiga turis asal Jepang berkunjung ke Monumen Kapal Selam Surabaya.
JawaPos.com - Kota Surabaya semakin menarik minat wisatawan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya mencatat lonjakan kunjungan turis sedikitnya mencapai 4.500 pengunjung per hari. Jumlah sekian naik tiga kali lipat berkisar 1.500 orang sejak awal Desember 2017.
Kepala Urusan Pembukuan Monumen Kapal Selam Wulandari mengatakan, kunjungan turis terhitung hingga Senin (25/12) mencapai 2.000 orang. Kenaikannya cukup signifikan ketimbang hari biasa yang hanya mencapai 300 wisatawan. "Mayoritas memang dari luar kota. Kebanyakan dari Tangerang dan Jakarta," kata Wulandari saat ditemui JawaPos.com.
Hal serupa disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Museum Sepuluh Nopember Tupa Ipung. Dia mengatakan, sejak Minggu (24/12), kunjungan wisatawan tercatat mencapai 3.000 orang dibanding hari biasa yang hanya mencapai 700 orang.
Kunjungan tersebut didominasi siswa sekolah dari beberapa kota. Misalnya, Jombang, Jakarta, Bandung, Lamongan dan Gresik. "Karena liburnya agak panjang. Sejak Senin lalu hingga jumat kemarin, banyak anak sekolah yang berkunjung," kata Ipung.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Widodo Suryantoro, sempat ada penurunan jumlah pengunjung pada awal pekan yang berbarengan dengan hari Natal. Hal itu karena bertepatan dengan hari tutup museum internasional.
Namun, terhitung sejak awal Desember 2017, kunjungan wisatawan tercatat mencapai 4500 orang atau naik tiga kali lipat dibanding hari biasa yang hanya mencapai 1500 orang. Dia memprediksi angka tersebut masih akan terus bertambah hingga akhir 2017.
"Kami prediksi hingga tutup tahun, lonjakannya bisa dua sampai tiga kali lipat," kata Widodo. Lebih lanjut, dia menjelaskan faktor kenaikan jumlah pengunjung. Antara lain, mayoritas wisatawan berkunjung di hari selain Senin. Kedua, banyak destinasi wisata yang tutup di hari tersebut.
Ditanya soal asal wisatawan, Widodo mengatakan, kunjungan didominasi oleh wisatawan domestik dari luar Surabaya. Misalnya, Mojokerto, Pasuruan, dan Lamongan. Wisatawan lokal dan mancanegara menempati urutan kedua. Selain itu, jumlah kunjungan siswa sekolah menempai urutan kedua.
Secara total, sejak Januari 2017, pihaknya mencatat sebanyak 24 juta wisatawan dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 19 juta orang. "Karena setelah Natal, masih ada yang booking (memesan tempat) ke kami," jelas Widodo.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
