Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2017 | 06.41 WIB

Revitalisasi Bendungan, Kementerian PUPR Gandeng Jepang

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Direktur Kerja Sama Internasional dan Teknik Infrastruktur MLIT Japan Yusuke Amano dalam - Image

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Direktur Kerja Sama Internasional dan Teknik Infrastruktur MLIT Japan Yusuke Amano dalam

JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal merevitalisasi bendungan di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Kementerian PUPR menggandeng Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Perhubungan dan Pariwisata Jepang (MLIT Japan).


"PU (Kementerian PUPR) dan MLIT sudah lama kerja sama. Mereka sudah paten dalam hal ini dan tahun ini saya minta. Kami akan membangun 49 bendungan baru. Termasuk 231 bendungan yang sudah terlebih dahulu dibangun. Jadi bagaimana kami bisa memelihara dan memanfaatkan bendungan dengan lebih baik," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/12).


Dari hasil studi dan monitoring yang dilakukan bersama MLIT, diperoleh data bahwa bendungan yang sudah ada masih bisa dikembangkan. Seperti Bendungan Citarum, Kedung Ombo dan Jatiluhur. "Bendungan bisa ditinggikan agar penyimpanan air lebih besar. Flushing atau terowongan untuk bilas sedimennya. Ada juga yang memperbaiki cara mengoperasikannya," papar Basuki.


Sebagai contohnya Bendungan Citarum. Dengan memperbaiki cara mengoperasikan buka dan tutup bendungan, kapasitas air bisa ditingkatkan. Sehingga tidak ada lagi air yang terbuang dan bisa dimanfaatkan ke daerah yang membutuhkan.


Selain bendungan, kerja sama kali ini juga ditujukan untuk proyek revitalisasi puluhan ribu meter jembatan di Indonesia. Menurut data dari Kementrian PUPR, ada 40 persen jembatan di Indonesia yang kondisinya kurang baik. Kemudian 10 persen jembatan tergolong rusak parah.


Sementara itu, Direktur Kerja Sama Internasional dan Teknik Infrastruktur MLIT Japan Yusuke Amano mengaku senang hasil studinya bermanfaat. "Di Jepang ada yang lebih kuno. Kami punya pengalaman memperbaiki, merawat, dan mempertahankan fasilitas tersebut. Itulah yang akan dipergunakan di Indonesia," jelas Yusuke.


Selain MLIT, Kementerian PUPR turut melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mendukung pengoperasian fasilitas dan infrastruktur yang sudah ada. Salah satunya dalam pengoptimalan pemberdayaan sumber daya air. "Terkait infrastruktur, akurasi yang tinggi bisa kami siapkan untuk mendukung inovasi pembangunan infrastruktur," imbuh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore