
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
JawaPos.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB HM Zainul Majdi mengecam sikap zalim Presiden AS Donal Trump, yang mendukung pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem. Menurutnya, sikap Trump sangat melukai umat Islam dunia.
"Ini adalah kedzaliman yang tidak bisa dibiarkan," kata TGB dikutip Lombok Pos (Jawa Pos Grup).
TGB menegaskan Trump juga melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 478 20 Agustus 1980. Isinya, mengesahkan Yerussalem sebagai Ibu kota Israel adalah pelanggaran hukum internasional. Untuk itu, dia mengajak seluruh umat Islam terus membantu perjuangan warga Palestina dengan kemampuan yang dimiliki.
TGB menjelaskan, kecaman umat Islam atas sikap zalim Trump karena Palestina merupakan tempat yang dimuliakan Allah SWT. Di sana terdapat masjid suci Islam yaitu Al Aqsa yang pernah menjadi kiblat umat Islam.
Alasan lainnya, Palestina merupakan tempatnya para nabi-nabi yang diutus Allah SWT. Sebagai tempat manusia pilihan Allah, maka tidak boleh diinjak atau dihuni para Zionis Israel yang merupakan musuh bersama umat Islam. Selain itu, Palestina juga merupakan tempat Miraj Nabi Muhammad SAW untuk menerima perintah salat lima waktu.
"Maka Palestina harus selalu dalam hati kita," katanya.
Di balik semua itu, Ketua Umum PBNW itu juga mengajak umat Islam untuk introspeksi diri. Menurutnya, Trump berani melakukan itu karena sesama muslim saling benci, saling bunuh, dan saling hancurkan.
"Kita umat Islam tidak bersatu padu melainkan berpecah-belah. Dengan kondisi seperti itu kita mudah diserang dan dikalahkan," kata Ketua Alumni Al Azhar Indonesia itu.
Kecaman juga dilontarkan Anggota DPR RI Kurtubi. Politisi Partai Nasdem itu menentang tindakan sepihak Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Dia meyakini, upaya resolusi konflik melalui lembaga internasional adalah usaha tepat demi menjaga perdamaian di tanah Palestina dan Israel.
"Partai Nasdem mengutuk keras atas kebijakan Trump yang menjadikan Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel," tegas Kurtubi.
Sikap Trump hanya akan semakin membuat kawasan Timur Tengah terus bergejolak. Kurtubi berharap, Dewan Keamanan PBB segera mendesak Amerika Serikat. Termasuk pemerintah Indonesia juga harus menentang kebijakan tersebut serta berperan aktif. Karena sesuai amanat UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
"Ini menjadi landasan pemerintah untuk bisa berperan dalam kasus itu," katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
