
AREK MALANG: Pedangdut Jenita Janet mengenakan busana rancangan Marlus Udayana.
JawaPos.com - Marlus Wahyu Udayana termasuk salah satu desainer busana ternama. Karya-karya perancang busana asal Mergan Lori, Malang, Jawa Timur itu banyak dipakai oleh para public figur tanah air. Beberapa artis sudah pernah menggunakan baju hasil rancangan desainer yang akrab disapa Yana itu.
Sebut saja sejumlah artis tersebut Mulan Jameela, Whulandary Herman, wakil Indonesia untuk Miss Universe 2017 Bunga Jelita Ibrani, dan beberapa beauty pageant di tingkat regional maupun nasional.
Yang terbaru, Yana merancangkan busana untuk pedangdut tanah air, Jenita Janet. Biduanita itu tampil di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang dalam even yang digelar oleh salah satu televisi nasional.
Yana tak menampik bahwa pintu dia menjaring klien dari kalangan artis terbuka saat beberapa kali karyanya diperolea saat kegiatan beauty pageant tingkat lokal dan regional. Bahkan, pada 2010, sarjana ekonomi itu mendukung penuh busana 10 besar untuk Miss Earth. Setiap tahun, jika ada pemilihan beauty pageant di Malang, sudah pasti dia akan mendukung.
''Sebenarnya dulu spesialisasi saya di bridal gown (baju pengantin), tapi bukan Jawa, lebih ke Eropa,'' kata Yana kepada JawaPos.com. Nyatanya, permintaan untuk gaun malam cukup tinggi. Mulai dari lokal, duta kecantikan hingga artis.
Kekhasan rancangan busana laki-laki yang sudah 17 tahun bergelut di industri fashion itu adalah busananya yang terkesan cute, namun tetap elegan. Jauh dari unsur etnik namun menonjolkan sisi glamor.
''Saya lebih ke Eropa untuk rancangan busana. Detil dan glamor lebih diutamakan,'' kata laki-laki yang otodidak dalam mendesain busana itu.
Mengenai detil yang ditonjolkan oleh Yana, memang bukan sebatas teori. Ketika JawaPos.com mengamati secara dekat busana rancangannya, terlihat payet, taburan manik-manik, dan aneka ornamen lainnya dibuat secara teliti, hati-hati.
Bahkan, semua busana yang dia ciptakan dibuat secara hand made. Mulai dari pemotongan, hingga detil payet juga dilakukan secara satu persatu, dengan benang dan jarum. ''Satu busana itu butuh waktu tiga bulan, karena dikerjakan detil secara manual,'' tegas almunus STIE Budi Utomo itu.
Dia berharap, karyanya semakin dikenal oleh masyarakat luas. Kini, Yana tengah rajin menabung untuk kebutuhan busana 2018.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
