Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2017 | 22.37 WIB

Gaun Karya Desainer Arek Malang Ini Jujukan Ratu Kecantikan-Artis

AREK MALANG: Pedangdut Jenita Janet mengenakan busana rancangan Marlus Udayana. - Image

AREK MALANG: Pedangdut Jenita Janet mengenakan busana rancangan Marlus Udayana.

JawaPos.com - Marlus Wahyu Udayana termasuk salah satu desainer busana ternama. Karya-karya perancang busana asal Mergan Lori, Malang, Jawa Timur itu banyak dipakai oleh para public figur tanah air. Beberapa artis sudah pernah menggunakan baju hasil rancangan desainer yang akrab disapa Yana itu.


Sebut saja sejumlah artis tersebut Mulan Jameela, Whulandary Herman, wakil Indonesia untuk Miss Universe 2017 Bunga Jelita Ibrani, dan beberapa beauty pageant di tingkat regional maupun nasional.


Yang terbaru, Yana merancangkan busana untuk pedangdut tanah air, Jenita Janet. Biduanita itu tampil di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang dalam even yang digelar oleh salah satu televisi nasional.


Yana tak menampik bahwa pintu dia menjaring klien dari kalangan artis terbuka saat beberapa kali karyanya diperolea saat kegiatan beauty pageant tingkat lokal dan regional. Bahkan, pada 2010, sarjana ekonomi itu mendukung penuh busana 10 besar untuk Miss Earth. Setiap tahun, jika ada pemilihan beauty pageant di Malang, sudah pasti dia akan mendukung.


''Sebenarnya dulu spesialisasi saya di bridal gown (baju pengantin), tapi bukan Jawa, lebih ke Eropa,'' kata Yana kepada JawaPos.com. Nyatanya, permintaan untuk gaun malam cukup tinggi. Mulai dari lokal, duta kecantikan hingga artis.


Kekhasan rancangan busana laki-laki yang sudah 17 tahun bergelut di industri fashion itu adalah busananya yang terkesan cute, namun tetap elegan. Jauh dari unsur etnik namun menonjolkan sisi glamor.


''Saya lebih ke Eropa untuk rancangan busana. Detil dan glamor lebih diutamakan,'' kata laki-laki yang otodidak dalam mendesain busana itu.


Mengenai detil yang ditonjolkan oleh Yana, memang bukan sebatas teori. Ketika JawaPos.com mengamati secara dekat busana rancangannya, terlihat payet, taburan manik-manik, dan aneka ornamen lainnya dibuat secara teliti, hati-hati.


Bahkan, semua busana yang dia ciptakan dibuat secara hand made. Mulai dari pemotongan, hingga detil payet juga dilakukan secara satu persatu, dengan benang dan jarum. ''Satu busana itu butuh waktu tiga bulan, karena dikerjakan detil secara manual,'' tegas almunus STIE Budi Utomo itu.


Dia berharap, karyanya semakin dikenal oleh masyarakat luas. Kini, Yana tengah rajin menabung untuk kebutuhan busana 2018.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore