
Ilustrasi proyek jalan tol
JawaPos.com - Di penghujung 2017 ini pemerintah mulai mengerjakan dua proyek jalan tol. Kedua ruas jalan tol itu dikerjakan dengan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha dan (KPBU) yang melibatkan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), BUMN pembiayaan di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Kedua jalan tol tersebut yakni Probolinggo – Banyuwangi dan Jakarta – Cikampek (Selatan). Direktur PT PII Salusta Satria mengatakan, dua proyek itu akan dimulai pada 14 Desember 2017 mendatang. "Proyek tersebut merupakan bagian dari sejumlah proyek besar yang dibiayai PT PII sejak berdiri hingga 2017," ungkap Salusta Satria dalam pesan tertulisnya yang diterima JawaPos.com, Jumat (8/12).
Sebelumnya proyek yang telah dikerjakan sepanjang 2017 dengan sistem KPBU oleh PT PII sebanyak 13 proyek infrastruktur dari empat sektor yaitu jalan tol, ketenagalistrikan, telekomunikasi, dan air minum. Semua nilai proyek itu total penjaminan mencapai Rp 113 triliun.
Lebih jauh Satria menyebut, atas kiprah PT PII selama ini, perusahaan itu berhasil mendapat penghargaan Asean Risk Award kategori Public Initiative. BUMN di bawah kementerian keuangan ini dinilai berprestasi dalam merancang dan menciptakan solusi kreatif dalam melayani kepentingan umum.
Penghargaan itu diterima dalam pengumuman yang berlangung di Hotel Alana, Jogjakarta Kamis (7/12) lalu. Ketika itu PT PII berhasil menyisihkan empat nominator.
Satria mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap korporasi yang dinilai baik dalam melaksanakan dan mengembangkan manajemen. "PT PII juga dinilai telah sukses melakukan tata kelola korporasi, menerapkan manajemen risiko secara inovatif, dan kepatuhan korporasi dalam melaksanakan peraturan pemerintah,” katanya.
Penghargaan ASEAN Risk Award 2017 ini, lanjutnya, merupakan bukti bahwa PT PII serius dalam menjalankan mandatnya sebagai satu-satunya penyedia penjaminan yang memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur. Pekerjaan infrastruktur dengan skema KPBU dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
ASEAN Risk Awards 2017 merupakan penganugerahan untuk seluruh perusahaan yang telah menerapkan manajemen risiko dengan berbagai ukuran bisnis, jenis industri, maupun negara asal, serta mempunyai semangat yang sama dalam meningkatkan model pengelolaan risiko yang terbaik.
Dalam proses penjuriannya, ASEAN Risk Awards 2016 melibatkan para profesional yang memiliki latar belakang di bidang manajemen risiko, auditor, bisnis, dan hubungan internasional yang berasal dari Inggris, Australia, Singapura, Vietnam, Kanada, USA, Swiss, dan Indonesia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
