Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Nasional

Dikritik Elite PDIP, Gatot Jelaskan Alasan di Balik Mutasi 85 Pati TNI

| editor : 

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Hendra Eka/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kebijakan Panglima TNI Gatot Nurmantyo memutasi 85 perwira tinggi (pati) mendapat kritikan dari sejumlah pihak. Kali ini datang dari Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari mengatakan seharusnya Gatot tidak mengambil kebijakan strategis apa pun saat masa persiapan pensiun (MPP).

"Itu lebih kepada etika dia, kalau sudah MPP, tidak boleh ambil kebijakan strategis. Harusnya dia mengerti etikanya. Apalagi yang dirotasi 85 perwira tinggi," kata dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12), dilansir RMOl.co (Jawa Pos Grup).

Sundari mempertanyakan maksud dan motivasi Gatot Nurmantyo melakukan perombakan besar tersebut. Ia juga menanggapi alasan Gatot yang mengaku melajukan rotasi karena tidak tahu presiden akan menyerahkan nama calon Panglima TNI ke DPR.

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Gatot Nurmantyo bersama para Anggota Kopassus di Cijantung, Jakarta Selatan, Kamis (7/12) (Ridwan/JawaPos.com)

Sementara itu, Gatot Nurmantyo mengakui bahwa keputusan mutasi jelas masa pensiun dirasanya kurang elok. Namun Gatot menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak melanggar aturan TNI karena dirinya secara de facto masih menjabat sebagai Panglima TNI.

"Jadi, kalau saya mengeluarkan (surat keputusan mutasi) tanggal 5 (Desember), walaupun secara legalitas masih boleh, secara de facto saya masih Panglima TNI. Tapi secara etika itu tidak. Saya tidak melanggar etika karena itu tanggal 4 (Desember) sudah diparaf," tutur Gatot.

Jenderal Gatot Nurmantyo diketahui melakukan mutasi dari surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/982/XII/2017 tertanggal 4 Desember 2017. Salinan surat kemudoan ditembuskan kepada Menko Polhukam, Menhan, Kepala BIN, hingga Ketua Mahkamah Agung.

Mutasi jabatan 85 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 46 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 28 Pati jajaran TNI Angkatan Laut, dan 11 Pati jajaran TNI Angkatan Udara. Salah satu yang dimutasi yakni Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi menjadi Perwira Tinggi Mabes TNI AD.

Edy mengajukan pensiun dini untuk maju ke Pilgub Sumatera Utara 2018. Jabatan Edy akan diisi Mayjen TNI Sudirman, yang semula menjabat ASops KSAD.

(mam/jpg/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP