
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
JawaPos.com - Kebijakan Panglima TNI Gatot Nurmantyo memutasi 85 perwira tinggi (pati) mendapat kritikan dari sejumlah pihak. Kali ini datang dari Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari mengatakan seharusnya Gatot tidak mengambil kebijakan strategis apa pun saat masa persiapan pensiun (MPP).
"Itu lebih kepada etika dia, kalau sudah MPP, tidak boleh ambil kebijakan strategis. Harusnya dia mengerti etikanya. Apalagi yang dirotasi 85 perwira tinggi," kata dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12), dilansir RMOl.co (Jawa Pos Grup).
Sundari mempertanyakan maksud dan motivasi Gatot Nurmantyo melakukan perombakan besar tersebut. Ia juga menanggapi alasan Gatot yang mengaku melajukan rotasi karena tidak tahu presiden akan menyerahkan nama calon Panglima TNI ke DPR.
Sementara itu, Gatot Nurmantyo mengakui bahwa keputusan mutasi jelas masa pensiun dirasanya kurang elok. Namun Gatot menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak melanggar aturan TNI karena dirinya secara de facto masih menjabat sebagai Panglima TNI.
"Jadi, kalau saya mengeluarkan (surat keputusan mutasi) tanggal 5 (Desember), walaupun secara legalitas masih boleh, secara de facto saya masih Panglima TNI. Tapi secara etika itu tidak. Saya tidak melanggar etika karena itu tanggal 4 (Desember) sudah diparaf," tutur Gatot.
Jenderal Gatot Nurmantyo diketahui melakukan mutasi dari surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/982/XII/2017 tertanggal 4 Desember 2017. Salinan surat kemudoan ditembuskan kepada Menko Polhukam, Menhan, Kepala BIN, hingga Ketua Mahkamah Agung.
Mutasi jabatan 85 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 46 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 28 Pati jajaran TNI Angkatan Laut, dan 11 Pati jajaran TNI Angkatan Udara. Salah satu yang dimutasi yakni Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi menjadi Perwira Tinggi Mabes TNI AD.
Edy mengajukan pensiun dini untuk maju ke Pilgub Sumatera Utara 2018. Jabatan Edy akan diisi Mayjen TNI Sudirman, yang semula menjabat ASops KSAD.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
