Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2017 | 02.45 WIB

Kemendikbud Gandeng TNI Tingkatkan Layanan Pendidikan di Daerah 3T

Mendikbud Muhadjir Effendi - Image

Mendikbud Muhadjir Effendi

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan kepada masyarakat khususnya di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Salah satunya, menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan di daerah tersebut.


Hari ini (4/12), Mendikbud RI Muhadjir Effendy dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pelayanan prima bidang pendidikan di Daerah 3T. Penandatanganan dilakukan di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur siang ini.


Muhadjir mengatakan, kerja sama antara Kemendikbud dan TNI sebenarnya telah bekerja sama. Kerja sama itu sebagai wujud negara hadir dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam memberikan pelayanan prima melalui perluasan akses dan peningkatan mutu.


"Hari ini kami bersama TNI bekerjasama untuk memberikan layanan pendidikan, khususnya di Daerah 3T, dan memberikan layanan dalam menjalankan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)", kata Muhadjir.


Muhadjir menjelaskan, penandatanganan nota kesepahaman kali ini hanya bersifat menguatkan kerja sama yang telah lama ada dengan TNI. Menurut dia, telah banyak contoh kerja sama antara Kemendikbud dan TNI yang meraih keberhasilan.


Salah satunya; kerja sama masyarakat dan dinas pendidikan bersama-sama Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kerja sama itu berhasil mengembalikan ribuan anak putus sekolah untuk ke sekolah.


Diketahui, ruang lingkup kerjasama yang tertuang dalam Nota Kesepahaman Nomor 36/XXI/NK/2017 dan Nomor KERMA/45/XII/2017 itu terdiri atas beberapa poin.


Yakni, program layanan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat. Program layanan pendidikan dasar dan menengah. Program layanan kebahasaan. Program layanan pembinaan guru dan tenaga kependidikan. Program layanan penelitian dan pengembangan. Program layanan kebudayaan. Program penguatan pendidikan karakter. Program penguatan bela negara. Serta, program peningkatan kompetensi keguruan personel TNI di Daerah 3T.


Muhadjir menambahkan, dalam melakukan perluasan akses dan meningkatkan mutu layanan pendidikan dan kebudayaan, penting dilakukannya kerjasama dan koordinasi sesuai dengan tupoksi masing-masing.


"Tentara bisa membantu berbagai kegiatan di sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Tetapi jangan disalahartikan dengan masuknya tentara ke sekolah, ini bukan militerisasi di sekolah,” tegas Muhadjir.


Selain itu, kata Muhadjir, kerja sama Kemendikbud dan TNI merupakan wujud kerjasama yang baik antar lintas kementerian dan lembaga pemerintahan untuk menghadirkan negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.


“Tentara dapat membantu pendidikan dan kebudayaan di daerah yang sulit dijangkau. Selain itu juga TNI dapat membantu dalam penguatan pendidikan karakter, dan penanaman semangat bela negara kepada siswa. Tetapi sekali lagi ini bukan militerisasi di sekolah,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.


Dia pun berharap kerja sama ini dapat memberikan semangat kepada para pelaku pendidikan dalam bekerja sama memperluas akses dan peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan.


"Kita dapat bergandeng tangan dalam memberikan pelayanan pendidikan dan kebudayaan yang terbaik untuk anak-anak kita. Ini ikhtiar yang harus kita lakukan untuk memberikan masa depan yang cerah untuk anak bangsa,” pungkasnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore