
Sajuri Syahid, pelatih berlisensi A Nasional yang pernah mengantarkan Persiba Bantul ke kasta tertinggi Liga Indonesia musim 2011 silam.
JawaPos.com - Kembali ke habitatnya, aktivitas keseharian yang dijalani oleh pelatih berlisensi A Nasional ini sejak 2016 lalu fokusnya lebih banyak kepada anak didik di sekolah. Sajuri Syahid, yang menukangi tim sepak bola Persiba Bantul masuk ke kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia pada musim 2011 silam kini mencurahkan banyak waktunya dengan para murid.
"Sekarang aktivitasnya kembali ke habitat. Saya terikat dengan pekerjaan, apalagi sekarang PNS lebih ketat," kata Sajuri Syajid, ditemui JawaPos.com di rumahnya, Trirenggo, Bantul, Sabtu (25/11).
Pria yang saat ini sudah menginjak usia 50 tahun ini, merupakan guru olahraga di SMA 1 Sewon. Serta mengajar extra kurikuler di SMA 1 Pajangan, Bantul. Dari pengalaman yang diperolehnya baik di atas lapangan hijau maupun dalam kehidupannya pun selalu diselipkannya setiap kali mengajar.
Murid-muridnya diberikan pesan, agar tak meninggalkan pendidikannya. Meski mereka juga mempunyai hobi dan kemauan keras untuk menggapainya.
Agar tak meninggalkan pendidikannya. Meski mereka juga mempunyai hobi dan kemauan keras untuk menggapainya. "Yang utama adalah belajar. Anak-anak tetap didorong belajarnya. Biarpun nanti mau terjun ke dunia sepak bola, anak-anak jangan lupakan akademiknya," tuturnya.
Sebab, menurutnya, anak didiknya di sekolah harus mempunyai ketrampilan lain. Jika mereka menjadi pemain sepak bola dengan level yang tinggi, di Indonesia belum terjamin profesinya ketika sudah waktunya gantung sepatu.
Selain mengajar, sesekali ia juga tetap melatih di klub amatir Hizbul Wathan di Bantul. Sajuri juga masih tertarik, ketika nantinya ada tawaran untuk kembali mengarsitekki Persiba. Meski di musim depan, tim kebanggaan warga Bantul ini ikut dalam kompetisi Liga Nusantara (Linus). Setelah tak mampu meraih kemenangan sekalipun di Liga 2 sekarang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
