
Brigjen Rikwanto
JawaPos.com - Seluruh bangunan Mapolres Dharmasraya ludes akibat dibakar dua orang terduga teroris. Keduanya tewas ditembak polisi. Hingga kini polisi masih melakukan penelusuran penyebab dan bagaimana keduanya melakukan pembakaran, Minggu (12/11) dini hari, itu.
"Sedang dilakukan pemeriksaan oleh labfor, mencari tahu penyebab kebakarannya seperti apa," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto di Komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (15/11).
Rikwanto menuturkan, pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya telah diketahui terduga teroris yakni EFA (24) dan ES (25) yang merupakan warga Muara Bungo Jambi. Polisi juga mencari tahu dari mana keduanya memahami paham radikalisme.
"Sudah diidentifikasi memang dari jaringan JAD (Jamaah Anshar Daulah) dan ini masih dikembangkan, akan difokuskan para pelaku dapat paham radikal dari mana, padahal daerah Dharmasraya ini terpencil," tutur Rikwanto.
Menurutnya, polisi meyakini EFA dan ES sebagai pelaku pembakaran karena saat hendak diringkus, keduanya berteriak mengaku telah membakar lalu mencoba memanah aparat dengan busur.
"Teroris sebelumnya sudah teriak-teriak, dia mengaku dia yang membakar. Sudah teriak sampai dia memanah petugas, dihentikan tidak mau, akhirnya dihentikan dengan penembakan," jelas Rikwanto.
Sebelumnya diketahui, Mapolres Dharmasraya dibakar oleh dua terduga teroris pada Minggu (12/11) sekitar pukul 02.45 WIB. Akibatnya, gedung utama Mapolres Dharmasraya terbakar. Salah satu pelaku, EFA merupakan anak perwira Polsek Plepat, Muaro Bungo, Jambi.
Berkaitan hal itu, orang tua EFA telah meminta maaf dan menyesali atas tindakan anaknya yang telah dengan sengaja membakar markas polisi.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
