Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2017 | 04.48 WIB

Megaproyek 35 Ribu Mw Baru 2 Persen Yang Beroperasi

TAMBAH KAPASITAS: Pembangunan PLTGU Grati, Pasuruan, berkapasitas 1.360 megawatt dari semula 760 megawatt. - Image

TAMBAH KAPASITAS: Pembangunan PLTGU Grati, Pasuruan, berkapasitas 1.360 megawatt dari semula 760 megawatt.

JawaPos.com – Realisasi proyek prestisius pembangkit listrik 35 ribu megawatt (mw) menemui banyak kendala. Hingga saat ini, baru sekitar 2 persen yang beroperasi. Meski demikian, pemerintah tetap optimistis proyek tersebut sepenuhnya terwujud pada 2019.


Direktur Bisnis Regional Sulawesi PT PLN (Persero) Syamsul Huda menjelaskan, program pembangkit 35 ribu mw memang membutuhkan waktu. Mulai persiapan hingga benar-benar konstruksi dan commercial operation date (COD).


”Kita jangan terlalu fokus pada progres 35 ribu mw yang mungkin sekarang masih kecil realisasi COD atau beroperasi. Memang butuh persiapan. Tapi, yang paling penting, berapa pun kebutuhan listrik untuk investasi di Indonesia, kita pasti bisa penuhi,” katanya.


Menurut Syamsul, pemerintah terus berupaya merealisasikan proyek 35 ribu mw pada 2019. Selama ini, ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga baru sekitar 2 persen yang sudah COD. Di antaranya, pembebasan lahan dan perizinan.


Juga finansial dari pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) yang menangani. Sebab, investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut mencapai Rp 1.200 triliun.


”Walaupun masih sekitar 2 persen, kebutuhan kelistrikan di Indonesia sudah bisa kami penuhi. Sebab, dalam kenyataannya, peningkatan kebutuhan listrik tidak seperti yang diperkirakan,” jelasnya. Hingga Agustus 2017, pembangkit yang sudah masuk masa konstruksi dan pengadaan masing-masing tercatat 5.205 mw dan 1.794 mw.


Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara mengungkapkan, untuk menyukseskan program 35 ribu mw yang ditetapkan pemerintah, PJB membutuhkan banyak partner kerja, baik perusahaan swasta maupun negara. ”Dari 35 ribu mw itu, kami ditugasi sekitar 10 ribu mw,” ujarnya.


Saat ini ada sekitar 15 hingga 20 proyek yang sedang digarap PJB dalam usaha memenuhi target 10 ribu mw. Di antara proyek-proyek tersebut, ada tiga yang dipastikan mulai beroperasi dan masuk jaringan Jawa-Bali hingga 2019.


Tiga proyek tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap berkapasitas 1 x 1.000 mw, PLTU Jawa 7 dengan kapasitas 2 x 1.000 mw, dan mobile power plant dengan total kapasitas 500 mw. ”Jadi, untuk PJB, pada 2019 nanti realisasi COD-nya 2.500 mw dari 10 ribu mw yang ditugaskan pada kami,” paparnya.


Iwan yakin pihaknya bisa memenuhi target pembangkitan sebesar 10.000 mw guna menunjang target megaproyek 35 ribu mw. (*)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore