
TAMBAH KAPASITAS: Pembangunan PLTGU Grati, Pasuruan, berkapasitas 1.360 megawatt dari semula 760 megawatt.
JawaPos.com – Realisasi proyek prestisius pembangkit listrik 35 ribu megawatt (mw) menemui banyak kendala. Hingga saat ini, baru sekitar 2 persen yang beroperasi. Meski demikian, pemerintah tetap optimistis proyek tersebut sepenuhnya terwujud pada 2019.
Direktur Bisnis Regional Sulawesi PT PLN (Persero) Syamsul Huda menjelaskan, program pembangkit 35 ribu mw memang membutuhkan waktu. Mulai persiapan hingga benar-benar konstruksi dan commercial operation date (COD).
”Kita jangan terlalu fokus pada progres 35 ribu mw yang mungkin sekarang masih kecil realisasi COD atau beroperasi. Memang butuh persiapan. Tapi, yang paling penting, berapa pun kebutuhan listrik untuk investasi di Indonesia, kita pasti bisa penuhi,” katanya.
Menurut Syamsul, pemerintah terus berupaya merealisasikan proyek 35 ribu mw pada 2019. Selama ini, ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga baru sekitar 2 persen yang sudah COD. Di antaranya, pembebasan lahan dan perizinan.
Juga finansial dari pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) yang menangani. Sebab, investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut mencapai Rp 1.200 triliun.
”Walaupun masih sekitar 2 persen, kebutuhan kelistrikan di Indonesia sudah bisa kami penuhi. Sebab, dalam kenyataannya, peningkatan kebutuhan listrik tidak seperti yang diperkirakan,” jelasnya. Hingga Agustus 2017, pembangkit yang sudah masuk masa konstruksi dan pengadaan masing-masing tercatat 5.205 mw dan 1.794 mw.
Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara mengungkapkan, untuk menyukseskan program 35 ribu mw yang ditetapkan pemerintah, PJB membutuhkan banyak partner kerja, baik perusahaan swasta maupun negara. ”Dari 35 ribu mw itu, kami ditugasi sekitar 10 ribu mw,” ujarnya.
Saat ini ada sekitar 15 hingga 20 proyek yang sedang digarap PJB dalam usaha memenuhi target 10 ribu mw. Di antara proyek-proyek tersebut, ada tiga yang dipastikan mulai beroperasi dan masuk jaringan Jawa-Bali hingga 2019.
Tiga proyek tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap berkapasitas 1 x 1.000 mw, PLTU Jawa 7 dengan kapasitas 2 x 1.000 mw, dan mobile power plant dengan total kapasitas 500 mw. ”Jadi, untuk PJB, pada 2019 nanti realisasi COD-nya 2.500 mw dari 10 ribu mw yang ditugaskan pada kami,” paparnya.
Iwan yakin pihaknya bisa memenuhi target pembangkitan sebesar 10.000 mw guna menunjang target megaproyek 35 ribu mw. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
