Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Oktober 2017 | 23.20 WIB

Simak Nih Perbedaan Video Mesum yang Diusut Polres Samarinda dan Depok

Ilustrasi: video mesum - Image

Ilustrasi: video mesum

JawaPos.com - Dua video mesum yang diperankan muda-mudi viral di masyarakat. Adapun dua versi video tersebut, yakni yang berdurasi 5 menit dan 2 menit. Saat ini kedua video tersebut tengah diusut oleh Polres Samarinda, Kaltim, dan Polres Depok, Jabar.


Polres Samarinda mengusut video mesum yang berdurasi 5 menit, sementara Polres Depok menyelidiki rekaman porno yang berdurasi dua menit. Masing-masing pemeran video layak sensor tersebut juga berbeda.


Kasubbag Humas Polres Samarinda Ipda Danovan mengungkapkan, pelaku video mesum yang tengah diusutnya diduga berasal dari sebuah sekolah di Samarinda. “Kami usut videonya beda. Yang kami usut disinyalir (pemeran) anak SMA. SMA yang terkenal salah satu daerah Samarinda," ungkapnya kepada JawaPos.com, Minggu (29/10).


Sejauh ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. Mulai dari pelapor, orang tua terduga pemain perempuan, hingga terduga pemain laki-laki. Selain itu, lanjut dia, penyidik juga terus mencari keberadaan terduga pemain perempuan yang diduga telah pergi ke luar Samarinda.


“Jadi sekarang penyidik kami masih mengembangkan ke luar untuk pengambilan keterangan pemain wanita," jelas Danovan.


Sementara itu, video yang tengah diselidiki Polres Depok diduga diperankan alumni Universitas Indonesia (UI), Hanna Anisa (HA). Aparat Polres Depok juga telah memeriksa HA bersama terduga pemeran prianya yang bernama Farkhan (F).


"Saat pemeriksaan, HA membantah. Bukan dia di dalam video porno itu," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Arwana saat dikonfirmasi, Sabtu (28/10).


Pemeriksaan terhadap HA berlangsung Jumat (27/10) sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Oleh penyidik, HA ditanya sebanyak 20 pertanyaan.


Putu mengungkapkan, kedatangan HA membawa barang bukti berupa rekam medis yang sudah diserahkan ke penyidik. Nah, dari rekam medis itu ada tanda yang menjadi bukti kuat bahwa perempuan dalam video berdurasi dua menit itu bukan HA.


"Dia (HA) bawa barang bukti rekam medis," ungkap Putu.


Sementara F yang diduga kekasih HA juga membantah bahwa bukan dirinya dalam video tersebut. F diduga merupakan mantan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).


"Keduanya membantah, bukan mereka di dalam video porno itu," tutur Putu.


Meski demikian, Polresta Depok memastikan bahwa pihaknya tidak berhenti untuk menindaklanjuti pemeraga aksi persetubuhan dalam video tersebut. Polresta Depok berencana mendatangkan sejumlah saksi ahli terkait.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore