
MAKIN SIAP: Afifah dan para pemain Petro lainnya sudah bersiap untuk Livoli 2017.
JawaPos.com- Tim voli putri Gresik Petrokimia menatap serius ajang Livoli 2017 yang diselenggarakan pada pertengahan Desember mendatang. Persiapan dilakukan jauh-jauh hari. Termasuk beberapa kali mengikuti kejuaraan.
Walau hanya kejuaraan bertaraf ’’tarkam’’, pelatih Petro M. Hanafiah mengaku tidak masalah. Dia menuturkan, kejuaraan yang diikuti sesuai standar dan lawan-lawannya juga punya materi berstandar nasional. ’’Ada beberapa pemain nasional yang jadi lawan kami, jadi tidak ada masalah,’’ katanya.
Pria yang akrab disapa Hanafi itu menjelaskan, timnya yang didominasi pemain muda di bawah 17 tahun tersebut butuh jam terbang. Pengalaman bertanding di hadapan banyak suporter merupakan modal berharga jelang Livoli. ’’Percuma latihan, tapi tidak ada praktiknya. Pengalaman jadi ilmu yang sangat penting,’’ tuturnya.
Ada empat kejuaraan yang diikuti dalam dua bulan terakhir. Yakni, Piala Menpora, SBR Cup, Kejuaraan Putri Kelud, dan Piala Bupati Jombang. Pada empat kejuaraan itu, Petro berhasil masuk final.
Karena beberapa kali ikut kejuaraan, skuad yang turun di Livoli sudah dikantongi. Sampai saat ini, ada sebelas nama yang didaftarkan untuk berseragam Gresik Petrokimia. Nama-nama itu berasal dari program pembinaan milik Petro.
Ada nama-nama yang tidak asing lagi. Sebut saja Bunga Mitasari, Rika Dwi Latri, dan Esta Inesiamas Rusdiana yang sebelumnya sempat memperkuat Petro dalam ajang Proliga 2017. Ada juga nama Afifah yang jadi bagian tim beberapa tahun terakhir. ’’Yang lain pemain-pemain muda. Asli binaan kami,’’ tegas pria yang menjadi pelatih di Petro sejak 1987 tersebut.
Rencananya, ada tiga pemain lagi yang dipanggil untuk melengkapi tim. Tiga pemain itu berposisi tosser, all-round, dan defender.
Pria asli Nusa Tenggara Timur tersebut menegaskan, sampai saat ini, kondisi skuadnya sangat baik karena mencapai peak performance yang diharapkan. Untuk itu, selama sebulan persiapan ke depan, pihaknya hanya mengatur peak performance tersebut supaya tetap mencapai grafik menanjak. ’’Kami juga siap walaupun jadwal bakal ketat. Anak-anak sudah saya gembleng fisik secara optimal sesuai program,’’ sambungnya.
Hanafi menjelaskan, target timnya memang tidak terdegradasi pada Livoli 2017 mendatang. Secara pribadi, dia justru ingin masuk empat besar. ’’Sebab, kemampuan anak-anak terbukti di empat kejuaraan itu. Masuk final semua. Mental tidak ada masalah, jadi insya Allah bisa tercapai target tersebut,’’ tegasnya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
