
First Media saat menerima penghargaan dari Forbes
JawaPos.com - Persaingan perusahaan penyedia layanan TV via kabel semakin ketat. Jumlah populasi masyarakat Indonesia yang besar membuat operator penyedia layanan multimedia dan tv kabel memanfaatkan peluang. Link Net dengan produk terkenalnya First Media menargetkan pertumbuhan pelanggan 150-250 ribu per tahun rumah yang terpasang (home passed).
First Media menyediakan layanan televisi berbayar serta koneksi broadband berkecepatan tinggi dan komunikasi data. Hingga kini First Media menambah jangkauan layanannya dengan jumlah homes passed yang kini mencapai lebih dari 1,9 juta rumah dan target pertumbuhan sebanyak 120-150 ribu hingga akhir tahun 2017. Direktur Operasional PT Link Net Tbk (First Media) Edward Sanusi menjelaskan tren penggunaan tv kabel dan internet semakin besar kebutuhannya.
"Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan revenue di atas 2 digit. Tahun ini semester 1 peningkatan pelanggan 18,5 persen. Tahun lalu tumbuh 15 persen," ujar Edward kepada wartawan, Senin (23/10).
First Media masih menyasar kota-kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Batam dan Medan. Residensial tetap yang paling utama. Menurut Edward peluang masih terbuka lebar di kota-kota besar. Tentu targetnya adalah kelas menengah di pasar kelas A-B.
“Arah kami masih tetap fokus ke residensial. Trend opportunity besar sekali, defisini broadband di kota-kota besar besar peminatnya. Era sosial media juga bukan hanya teks saja, tetapi ada video. Tuntutan ini butuh bandwith yang besar," ungkapnya.
Baru saja, Link Net dengan produknya First Media masuk dalam jajaran Top 50 perusahaan terbaik se-Indonesia. Penghargaan itu dinilai atas kinerja perusahaan yang dinilai dalam kurun waktu 3-5 tahun. Tentu hal itu dilihat dari pertumbuhan sales revenue, laba, dan pengembalian modal.
"Kami fokus melakukan inovasi dan konsistensi berupa inovasi servis kepada pelanggan. Bagaimana tantangan industri ini harus bisa meningkatkan kualitas," ujarnya.
Chief Editorial Advisor Forbes Indonesia Justin Doebele menjelaskan walaupun beberapa sektor ekonomi mengalami penurunan kinerja, ada beberapa perusahaan yang dapat menyiasati kondisi tersebut dan menciptakan peluang baru. Menurutnya pihak perusahaan sudah terseleksi melalui tahapan panjang. Sehingga untuk bisa terpilih, perusahaan harus memiliki performa yang bagus secara keseluruhan.
"Dari mulai kinerja panjang para perusahaan termasuk pertumbuhan pendapatan, laba, dan imbal hasil bagi pemegang saham," tutup Justin.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
