
FOKUS: Laksma TNI Dr M Faisal SE MM saat memberikan pemaparan mengenai bela negara.
JawaPos.com - Pada Minggu (15/10) perwakilan dari Kementerian Pertahanan berkunjung ke Tokyo, Jepang, untuk mengadakan pembinaan tentang konsep bela negara kepada WNI. Mayoritas hadirin adalah murid-murid Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), meski ada juga beberapa mahasiswa dan orang dewasa.
Inti dari acara yang disampaikan oleh Laksma TNI Dr. M. Faisal, S.E., M.M., selaku Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan tersebut adalah mengenai Konsep Bela Negara.
Konsep ini sendiri sebenarnya tertuang dalam Undang-Undang No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. ’’Disebutkan pada pasal 9 ayat 1, bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara,’’ paparnya.
Lalu dalam ayat 2 dilanjutkan dengan "Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana disebut dalam ayat 1 diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi."
Sebagai bangsa Indonesia, terdapat empat pilar penyokong yang dirumuskan oleh para pendiri. Empat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Segala tindak laku serta pemikiran kita sebagai bangsa haruslah merujuk kepada empat asas tersebut.
Keempat asas ini kemudian diterapkan lebih jauh lagi ke dalam konsep yang disebut Wawasan Kebangsaan. Pengertian dari konsep Wawasan Kebangsaan singkatnya adalah, kesadaran seseorang akan jati dirinya sebagai bagian dari sebuah bangsa yang berkelanjutan ke dalam tingkah lakunya serta cara pandangnya yang sesuai dengan falsafah suatu bangsa.
Sebagai bangsa yang majemuk, sudah sepatutnya kita berperilaku adil dan terbuka dalam menerima perbedaan. Ini sesuai dengan pengertian Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna berbeda-beda namun tetap satu jua. Menerima perbedaan hanyalah satu hal yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini, tentunya banyak hal yang harus kita perbaiki untuk menjadi bangsa yang dewasa. (*)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
