
Yosi Project Pop.
JawaPos.com - Pidato Anies Bawesdan saat pelantikan sebagai gubernur DKI Jakarta terus menuai kritikan. Kali ini datang dari musisi dan penyanyi, Yosi Mokalu.
Personel Project Pop itu mengkritik penggunaan kata pribumi yang dipakai Anies Bawesdan saat pelantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Senin (16/10). Dia mengunggah gambar dirinya sedang mengernyitkan dahi sebagai bentuk mengekspresikan reaksi atas kalimat yang diucapkan Anies.
Pada keterangan foto, Yosi pun menjelaskan makna gambar yang ia upload. Dia bahkan menyertai kutipan hasil penelitian Von Heine Geldern, etnolog berkebangsaan Austria, yang menyimpulkan bahwa pribumi asli Indonesia adalah kaum Astronesia yaitu Maluku, Papua, NTT, dan NTB yang memiliki kulit gelap dan rambut keriting.
"Merekalah yang pertama kali mendiami wilayah Nusantara. dan di era Soekarno-Hatta sudah diterangkan bahwa tidak ada kategori PRIBUMI / non-PRIBUMI. Dahulu golongan PRIBUMI ada karena penggolongan di era Hindia Belanda. Dipopulerkan utk memudahkan menjalankan strategi Divide et Impera," tulis Yosi di akun @yosimokalu.
"Di era Soeharto dipakai kembali karena Soeharto adalah pasukan KNIL. Beliau mengkategorikan hal tersebut agar dapat menjadi kambing hitam jika terjadi sesuatu, persis seperti era Hindia-Belanda. Tahun 1998 ada Instruksi Presiden (INPRES) no.26 yaitu: Menghentikan penggunaan istilah PRIBUMI & nonPRIBUMI dalam semua perumusan & penyelenggaraan kebijakan, perencanaan program ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan," sambungnya.
Karena alasan di atas, Yosi pun menilai kata Anies soal pribumi sungguh tidak bijaksana. Apalagi dia adalah seorang Gubernur DKI Jakarta.
"Itu sejarahnya, jadi ketika kata PRIBUMI disebut pada sebuah pidato pelantikan, menjabat sebagai Gubernur dari ibu kota negara yang pluralis, dengan segala rasa hormat, saya rasa tidaklah bijaksana," ucapnya.
Meski demikian, Yosi menutup tulisannya dengan memberikan doa agar Jakarta lebih maju di bawah kepemimpinan Anies-Sandi.
"Saya bukan pendukung bapak @aniesbaswedan @sandiuno , tapi saya percaya Tuhan yg pegang kendali. Tuhan yg memilih Anda. Dan saya diajarkan utk menghormati pemimpin saya. Walaupun pidato anda tidak membuatnya mudah. Selamat bertugas. Saya doakan Jakarta jadi lebih baik. Amin," tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
