Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Oktober 2017 | 22.41 WIB

Yosi Project Pop Komentari Pidato Anies Soal Pribumi

Yosi Project Pop. - Image

Yosi Project Pop.

JawaPos.com - Pidato Anies Bawesdan saat pelantikan sebagai gubernur DKI Jakarta terus menuai kritikan. Kali ini datang dari musisi dan penyanyi, Yosi Mokalu.


Personel Project Pop itu mengkritik penggunaan kata pribumi yang dipakai Anies Bawesdan saat pelantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Senin (16/10). Dia mengunggah gambar dirinya sedang mengernyitkan dahi sebagai bentuk mengekspresikan reaksi atas kalimat yang diucapkan Anies.


Pada keterangan foto, Yosi pun menjelaskan makna gambar yang ia upload. Dia bahkan menyertai kutipan hasil penelitian Von Heine Geldern, etnolog berkebangsaan Austria, yang menyimpulkan bahwa pribumi asli Indonesia adalah kaum Astronesia yaitu Maluku, Papua, NTT, dan NTB yang memiliki kulit gelap dan rambut keriting.


"Merekalah yang pertama kali mendiami wilayah Nusantara. dan di era Soekarno-Hatta sudah diterangkan bahwa tidak ada kategori PRIBUMI / non-PRIBUMI. Dahulu golongan PRIBUMI ada karena penggolongan di era Hindia Belanda. Dipopulerkan utk memudahkan menjalankan strategi Divide et Impera," tulis Yosi di akun @yosimokalu.


"Di era Soeharto dipakai kembali karena Soeharto adalah pasukan KNIL. Beliau mengkategorikan hal tersebut agar dapat menjadi kambing hitam jika terjadi sesuatu, persis seperti era Hindia-Belanda. Tahun 1998 ada Instruksi Presiden (INPRES) no.26 yaitu: Menghentikan penggunaan istilah PRIBUMI & nonPRIBUMI dalam semua perumusan & penyelenggaraan kebijakan, perencanaan program ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan," sambungnya.


Karena alasan di atas, Yosi pun menilai kata Anies soal pribumi sungguh tidak bijaksana. Apalagi dia adalah seorang Gubernur DKI Jakarta.


"Itu sejarahnya, jadi ketika kata PRIBUMI disebut pada sebuah pidato pelantikan, menjabat sebagai Gubernur dari ibu kota negara yang pluralis, dengan segala rasa hormat, saya rasa tidaklah bijaksana," ucapnya.


Meski demikian, Yosi menutup tulisannya dengan memberikan doa agar Jakarta lebih maju di bawah kepemimpinan Anies-Sandi.


"Saya bukan pendukung bapak @aniesbaswedan @sandiuno , tapi saya percaya Tuhan yg pegang kendali. Tuhan yg memilih Anda. Dan saya diajarkan utk menghormati pemimpin saya. Walaupun pidato anda tidak membuatnya mudah. Selamat bertugas. Saya doakan Jakarta jadi lebih baik. Amin," tutupnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore