Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Pilgub Jatim 2018, Posisi 4 Tokoh Ini Makin Menguat

| editor : 

pilgub

Ilustrasi Pilgub (JawaPos.com)

JawaPos.com - Peta poltik kandidat calon gubernur di Pilgub Jawa Timur 2018 makin terang. Secara garis besar, sejumlah hasil survei mengerucut pada empat tokoh yang dinilai pantas jadi kepala pemerintahan di provinsi paling timur pulau Jawa itu.

Salah satunya dari hasil survei Vox Populli Survey (VPS) yang mencatat kemunculan 4 tokoh itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mataliti, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur saat ini Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul.

"Keempat tokoh tersebut selalu unggul dari simulasi dengan tokoh-tokoh lainnya," beber Direktur Eksekutive VPS, Ahmad Fikri dalam keterangan tertulis  yang diterima JawaPos.com, Rabu (11/10).

Kesimpulan itu kata Ahmad diperoleh setelah VPS melakukan simulasi pertanyaan terbuka kepada 1.225 responden secara spontan. Adapun pertanyaannya adalah 'Siapa yang akan saudara pilih dari tujuh tokoh jika pemilihan gubernur dilakukan hari ini?' 

Dari 1.225 respoden memberikan pilihan pada La Nyalla sebesar 26,4 persen dan menempatkan La Nyalla pada urutan pertama pada tingkat elektabilitas tokoh bakal calon gubernur Jawa Timur. 

Kemudian urutan Kedua ditempati oleh Tri Rismaharini dengan tingkat elektabilitas 21,3 persen, dan peringkat ketiga ditempati oleh Khofifah Indar Parawansa sebesar 20,1 persen. 

Sedangkan Syaiffulah Yusuf sebagai petahana Wakil Gubernur JawaTimur hanya dipilih sebanyak 14,3 persen

Hasil yang tak jauh beda kata Ahmad juga terjadi saat para responden ditanya soal, siapakah tokoh yang akan dipilih jika Pilgub diselenggarakan pada bulan Juni 2018 nanti?  

“Lagi-lagi nama La Nyalla menjadi pilihan yang terbanyak. Dia dipilih oleh 29,4 persen,” paparnya.

Menurut  Ahmad, alasan responden banyak memilih La Nyalla, karena dinilai memilki banyak pengalaman sebagai pengusaha dan kepemimpinannya di organisasi organisasi nirlaba seperti PSSI, KADIN, HIPMI dan berbagai ormas. 

Sementara, lanjutnya, 22,1 persen respoden memilih Tri Rismaharini. Risma dipilih karena pengalamanya sebagai PNS, birokrat dan Walikota Surabaya. 

“Hal itu dinilai akan bisa memperbaiki Kinerja pemerintahan Jawa Timur yang lebih baik, dan pembangunan Inrastruktur di Jawa Timur,” terang Ahmad.

Urutan ketiga diperoleh Khofifah dengan 19,2 persen. Alasan mereka memilih Khofifah karena responden mengaku dia memiliki kemampuan untuk meningkatkan kegiatan kegiatan sosial di masyarakat seperti rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin dan anak jalanan.

Urutan ke empat, tambah Ahmad ditempati oleh Syaifullah Yusuf yang hanya memperoleh 12,3 persen. Gus Ipul dipilih responden karena dinilai akan mampu meneruskan kepemimpinan Sukarwo.

Diketahui, survei mengunakan metode multistage random sampling yang didasarkan pada jumlah populasi pemilih di Jawa Timur. Diperkirakan di Jawa Timur ada 32 juta pemilih. Adapun tingkat kepercayaan survei adalah sebasar 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,8 persen.

(dms/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP