Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2017 | 03.42 WIB

Kunjungi Brussel, Wapres Perkuat Kerjasama Dagang Indonesia-Uni Eropa

Kunjungan kenegaraan Wapres Jusuf Kalla ke Brussel Belgia, Selasa (10/10) - Image

Kunjungan kenegaraan Wapres Jusuf Kalla ke Brussel Belgia, Selasa (10/10)

JawaPos.com – Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama perdagangan internasional dengan sejumlah negara Uni Eropa sebagai bagian dari upaya peningkatan ekspor-impornya. Penguatan kerja sama di bidang perekonomian itu dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berkunjung ke Brussel, Selasa (10/10) waktu setempat.


Dalam kunjungan ke Brussel, JK berpidato pada Belgium High Level Roundtable Discussion di Federation of Enterprises in Belgium (FEB), Rue Ravenstein 4.


Dihadapan Pengusaha Belgia dan Luxemburg, Wapres memaparkan kebijakan ekonomi Indonesia terkini dan prospek serta peluang Investasi di Indonesia yang semakin membaik.


JK menegaskan posisi Belgia sebagai salah satu negara Eropa yang sangat penting bagi Indonesia. Kalla berharap komunitas bisnis Belgia, pemangku kebijakan, dan pejabat di UE untuk lebih besar lagi menanamkan investasinya di Indonesia.


”Saat ini kita melakukan negosiasi untuk Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara ASEAN-UE," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Jawa Pos, Rabu (11/10).


JK mengakui ada sedikit permasalahan dengan sejumlah produk Indonesia yang diekspor ke Eropa seperti minyak kelapa sawit dan banyak produk lainnya. Meski demikian, JK yakin ada banyak ikatan-ikatan bisnis lainnya yang sedang berlangsung.


Hal itu terbukti dari terus meningkat signifikannya investasi Belgia ke Indonesia dari hanya sebesar USD 23,9 juta pada 2012 menjadi USD 169,7 juta pada 2016. “Kami mengharapkan investasi yang ditanamkan di Indonesia lebih banyak lagi pada 2017 ini ,” harap Wapres.


Selama lima tahun terakhir, Belgia berinvestasi pada tanaman pangan dan perkebunan, industri makanan, industri karet dan plastik, industri mineral non logam dan sejumlah komoditas lainnya baik di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara.


Sebelumnya Wakil Presiden Belgia yang merangkap Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders mengatakan potensi impor yang besar di Belgia tidak dimanfaatkan karena peraturan yang rumit. Misalnya tarif khusus yang tinggi hingga hambatan nontarif.


”Belgia berharap kerja sama dalam bidang perdagangan bisa terus dikembangkan," katanya. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore