Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2017 | 04.05 WIB

Tips Bagi Startup Kuliner Tetap Bertahan dan Sukses

Johnny Andrean - Image

Johnny Andrean

JawaPos.com – Pebisnis handal Johnny Andrean meyakini geliat bisnis yang masih memiliki nasib cerah di masa depan adalah kuliner, makanan dan minuman (food and beverage). Pemilik brand J.Co Donuts and Coffee serta BreadTalk ini mengaku optimis bisnis kuliner tetap mewajibkan konsumen datang langsung ke gerai untuk membeli dan menyantap di tempat. Tak seperti produk lainnya yang bisa dipesan lewat online dan menyebabkan sektor ritel rontok.


“(Walaupun bisa dipesan pakai ojek online), tetap saja berbeda. Rasanya tak sama saat makanan atau minuman sudah sampai di rumah. Lebih segar, lebih hangat, dan lebih enak saat dimakan langsung di tempat,” tegas Johnny kepada JawaPos.com di sela-sela peluncuran roti komodo terpanjang di Gandaria City Mall, Senin (9/10).


Johnny memiliki saran dan tips bagi pelaku startup kuliner yang baru memulai usaha agar tetap sukses dan berkembang. Menurutnya, siapapun pelaku bisnis harus selalu menjaga kualitas produk dan pelayanan sehingga menjamin kepercayaan kepada konsumen.


“Saya percaya siapapun juga yang selalu jaga kualitas, produk pelayanan dan memberikan value terbaik akan bisa bertahan, agar tetap bisa bersaing,” kata Johnny.


Johnny mencontohkan kini banyak kedai kopi bermunculan di mana-mana. Jika tak memiliki inovasi maka kedai kopi yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sejak lama bisa saja tutup.


“Kedai-kedai kopi ini muncul dari gaya hidup. Ternyata masyarakat sadar bahwa mereka memang senang kopi. Dari dulu kan memang terkenal sangat enak jika menyeruput kopi namun kini marketnya terus berkembang. Tentunya para startup ini harus terus menjaga, supaya bisa berikan pelayanan berkualitas pada konsumen,” jelasnya.


Tren ekonomi digital, kata Johnny, sudah terjadi di seluruh dunia baik Amerika Serikat, Eropa, dan China. Meskipun sektor ritel terancam, pihaknya selalu menyeimbangkan berbagai gerai di luar mal agar tak bergantung sepenuhnya pada ritel.


“Kami ada juga gerai di luar mal, balancing. Pebisnis di sini cukup beruntung punya populasi 250 juta masyarakat, sehingga tentu tak dirasakan sekarang. Tetapi di AS bisnis online seperti Amazone sudah puluhan tahun, sekarang ritel di sana KO semuanya,” katanya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore