Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Oktober 2017 | 02.40 WIB

Rupiah Sentuh Rp 13.600, Kurs Jual dan Beli Melebar, Ini Penyebabnya

Ilustrasi seorang perempuan menunjukkan uang USD dan rupiah yang saat ini nilai tukarnya melemah - Image

Ilustrasi seorang perempuan menunjukkan uang USD dan rupiah yang saat ini nilai tukarnya melemah

JawaPos.com – Mata uang dolar Amerika Serikat (USD) masih perkasa. Sampai berita ini ditulis, beberapa perbankan mematok nilai jual di sekitar Rp 13.600 per USD (kurs tengah Bank Indonesia Rp 13.553). Mata uang itu bikin sedih pemilik USD yang ingin menukar ke rupiah karena nilainya tidak terlalu tinggi.



Pantauan JawaPos.com di beberapa perbankan, selisih atara kurs jual dan beli bisa mencapai Rp 300. Padahal, sebelum USD menguat, perbedaannya tidak sejauh itu. PT Bank Negara Indonesia (BNI) contohnya, beli USD Rp 13.360 per USD, sementara kurs jualnya mencapai Rp 13.610 per USD.



PT Bank Central Asia (BCA) juga menerapkan kurs jual dan beli dengan selisih Rp 300. Kurs jual BCA sempat dipatok Rp 13.651 per USD dan kurs beli sebesar 13.351 per USD.



Analis Divisi Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Apressyanti Senthaury menjelaskan, besarnya selisih antara kurs jual dan beli diakibatkan oleh adanya pelemahan mata uang rupiah terhadap USD. 



"Memang itu akhir-akhir ini range dolarnya agak jauh. Memang sekarang lebar. Tapi itu sudah dijagain BI," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (6/10). 



Menurutnya, rupiah masih memiliki potensi untuk melemah. Bukan tidak mungkin, disparitas kurs jual dan beli juga tetap lebar. ’’Kalau dilihat pergerakan hari ini, sudah di 13.480an (per USD). Tapi sebenernya ini sementara saja," sambungnya.



Dirinya tidak bisa memprediksi kapan selisih kurs itu akan normal kembali. Pasalnya, Amerika Serikat saat ini tengah dalam kondisi sulit. Negeri Paman Sam harus bergelut dengan kebijakan reformasi pajak Presiden AS Donald Trump dan kekacauan akibat teror di Las Vegas.



’’Itu (yang membuat situasi) tidak bisa diperkirakan (kapan normal). Mau tidak mau, karena USD dipilih pelaku pasar,’’ jelasnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore