Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2017 | 15.24 WIB

Jago Menembak, Hati Kowad Berhijab Ini Mudah Luluh

Serka Linda Kurniati - Image

Serka Linda Kurniati

JawaPos.com - Sempat berpikir tidak akan mengikuti perlombaan menembak lagi, karena ingin memberikan perhatian besar untuk keluarga, namun Serka Linda Kurniati luluhnya oleh juniornya. Ceritanya begini, ketika dia akan mengikuti lomba menembak 18 Agustus lalu.

Dipilihnya Linda, karena personel Korps Wanita TNI AD ini cukup andal dalam dunia tembak. Linda Kurniati mengungkapkan bahwa menjadi penembak mestilah memiliki konsentrasi tinggi. Tarikan napas harus lembut, seperti ketika dia melepas peluru. Tidak boleh dalam keadaan emosi ataupun kondisi tertekan. Rileks.

"Terpenting itu doa, yakin, dan lakukan yang terbaik," tutur personel Kowad di Kodam VI/Mulawarman itu.

Ketika perlombaan yang diikuti pada 18 Agustus itu, Linda berhasil membawa pulang medali perak pada match I dan emas pada match III pada ajang Lomba Tembak Piala KSAD di Cilodong, Depok, Jawa Barat. Dia menggunakan pistol G2 Combat.

Pistol G2 Combat merupakan senjata keluaran PT Pindad yang digunakan banyak anggota TNI maupun Polri. Berat senjata genggam semiotomatis itu hampir 1 kg. Kapasitas peluru yang tersimpan di magazin mencapai 15. Peluru yang digunakan berkaliber 9 mm. Jarak efektifnya 25 meter.

Semasa uji coba lapangan, dia hampir batal mengikuti perlombaan, bahkan dinyatakan diskualifikasi, karena dianggap telah mengikuti laga internasional. Padahal, ajang bertaraf dunia belum pernah diikutinya. Tak terbukti, Linda kembali mengikuti pertandingan dan begitu yakin dengan diri sendiri.

"Sudah punya target dari awal. Meski saat itu sempat cuti Lebaran dan terlambat ikut latihan, alhamdulillah bisa bawa hasil bagus."

Linda yang telah menikah dan memiliki anak tersebut sebenarnya lebih ingin menghabiskan waktu untuk keluarga. Dia sempat menolak ikut dalam kejuaraan itu. Tapi, rekan dan juniornya terus membujuk agar dia berpartisipasi. Hati Linda pun akhirnya luluh.

Setelah lulus seleksi, dia dikirim bersama dua anggota Kowad lainnya. Perlombaan itu menjadi terakhir yang diikuti, sesuai dengan ketentuan bahwa prajurit maksimal dibatasi mengikuti dua kali pertandingan besar.

Mengumpulkan lebih dari enam medali sepanjang karirnya di TNI, Linda belum merasa cukup. Meski begitu, dia sangat mendukung para juniornya untuk meneruskan generasi penembak Kowad.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore