
Sejumlah pembalap saat tampil di ITdBI 2017. Ajang ini mendapat banyak pujian
JawaPos.com - International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017 tampaknya masih menyandang status sebagai ajang balap sepeda terbaik di Indonesia. Pada tahun ini, balapan yang sudah dilangsungkan sejak 2012 ini kembali mendapatkan nilai luar biasa dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI).
Menurut Presiden Commissaire dari UCI Nuthapong Lohitnavy, salah satu faktor yang membuat ITdBI 2017 layak mendapatkan nilai terbaik adalah penetapan rute etape. UCI menilai kombinasi stage by stagedi ITdBI sangat bagus dan pas.
Pada etape pertama yang dimulai dari Pasar Bajulmati hingga finis di Pemkab Banyuwangi, jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh yakni 137.7 kilometer. Balapan etape pertama menyajikan mayoritas jalur flat dengan sedikit tanjakan pada 20 kilometer terakhir.
"Kemudian pada etape kedua, pembalap dipilihkan rute yang cukup panjang yaitu 180,9 kilometer. Para rider pun jadi lebih tertantang," ujar Nuthapong.
Di etape ketiga, tingkat kesulitan balapan meningkat. Start di Pelabuhan Muncar, para pembalap harus mendaki lebih dari 1.800 meter elevasi dari bibir pantai ke Paltuding, kaki Gunung Ijen. Mereka harus menaklukkan tanjakan kategori empat, kategori tiga, kemudian kategori terberat, hors categorie.
Pada tanjakan hors categorie, pembalap berhadapan dengan tanjakan curam dengan gradient di atas 20 persen dan sangat panjang, lebih dari 15 kilometer. Tanjakan di Gunung Ijen dikenal sebagai salah satu tanjakan balap terekstrem di Asia.
Setelah menyajikan tanjakan maut di etape ketiga, balapan diakhiri dengan rute ringan dan datar pada etape keempat. Selain pola rute, poin yang mendapat pujian dari UCI adalah partisipasi penonton. Balapan di Banyuwangi memang terasa menyenangkan dengan kehadiran ribuan penonton di tepi jalan.
"Semua terkelola dengan baik. Kami juga senang dengan partisipasi penonton. Kami bangga balap sepeda bisa menjadi bagian promosi wisata dan membantu kemajuan daerah," imbuh commissaire UCI lainnya Tsunenori Kikuchi.
Pandangan positif tentang ITdBI 2017 juga dilontarkan para pembalap. Rider asal Spanyol Edgar Nohales Nieto mengaku ketagihan mengikuti ITdBI. "Menurut saya ini perlombaan terbaik di Indonesia. Saya berharap bisa datang lagi ke sini," aku pembalap yang bergabung di tim 7-Eleven Roadbike ini.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
