Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Health Issues

Sel Punca Jadi Penyelamatan Terakhir Pengobatan Kanker Darah Pada Anak

| editor : 

Seorang anak penderita kanker

Seorang anak penderita kanker (Istimewa/Child Training Development)

JawaPos.com – Penderita kanker anak di dunia terus meningkat. Grafiknya terus naik. Rata-rata kanker yang sering dialami anak adalah kanker darah atau leukemia dan retinablastoma atau kanker pada mata. Di era kemajuan teknologi medis yang semakin pesat, salah satunya dengan terapi sel punca atau stem cell bisa difokuskan untuk mengobati penyakit kanker.

Sel punca dalam terapi penyakit leukemia di mana sel punca Hematooetik (HsC) pada darah tali pusat terbukti dapat membantu terapi pengobatan penyakit leukemia. Ahli Kanker Anak dan Dokter Spesialis Anak dr. Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K), MHA menjelaskan pengobatan sel punca untuk kanker anak menjadi harapan terakhir dari seluruh rangkaian pengobatan yang ada.

“Grafik penderita kanker anak meningkat tiap tahun. Seberapa banyak keberhasilan stem cell? Itu menjadi harapan terakhir. Jalan terakhir atau rescue terakhir yang kami coba. Memang tidak 100 persen, tetapi untuk leukemia bisa menjadi harapan,” ungkap Edi dalam Seminar Meet The Experts Cordlife , Sabtu (30/9).

Seminar Meet The Experts Cordlife

Seminar Meet The Experts Cordlife (Istimewa/Child Training Development)

Edi mengungkapkan di Italia banyak anak sembuh dengan pengobatan sel punca. Bahkan sampai mereka dewasa dan menikah serta mempunyai anak. Hingga kini memang penyebab kanker belum diketahui, namun umumnya disebabkan oleh interaksi empat hal yaitu genetik, radiasi, virus, atau kimiawi.

“Bahkan saat ini ada juga kanker yang umumnya dikira hanya untuk dewasa tetapi juga ditemukan pada usia anak saat menjelang remaja. Yaitu kanker sel ovarium. Saya sedang menangani dua orang sebelumnya, tetapi yang satu meninggal karena sudah penyebaran (metastase),” papar Edi.

Dalam rangka bulan kesadaran leukemia yang diperingati pada bulan September, Cordlife sebagai bank darah tali pusat pertama di Indonesia mengedukasi masyarakat tentang sel terapi sel punca. Selain dari sisi pengobatan, peran Caretaker diperlukan dalam meningkatkan semangat pasien leukemia menjadi sharing. Sebab seorang anak penderita kanker memerlukan semangat dan dukungan yang luar biasa dari keluarga dan lingkungan.

Berkembangnya terapi dan teknologi sel punca atau yang akrab diken dengan Stem Cell di Indonesia memberikan peluang yang lebih besar terhadap pengobatan berbagai macam penyakit kelainan darah. Di antaranya leukemia, thalasemia, serebal palsi dan lainnya.

Dengan potensi sel punca yang masih terus berkembang, Cordlife sebagai bank darah tali pusat menggelar edukasi mengenai terapi dan perkembangan sel punca terkini. Berbagai pengalaman klinis sel punca pada anak juga disampaikan. Masih banyak orang tua yang tidak memahami manfaat tali pusat bayi saat lahir.

"Untuk saat ini yang sudah disepakati, sel punca bisa mengobati berbagai penyakit kelainan darah seperti leukemia, thalasemia, dan kelainan metabolisme. Di luar negeri sudah banyak digunakan meski di Indonesia tergolong masih baru," tegas Ahli Kesehatan (Medical Advisor) dari Cordlife, dr. Meriana Virtin.

Sel punca hematopoietik, yang ada di dalam darah tali pusat, telah menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien-pasien dengan kanker darah atau kanker sumsum tulang. Sel punca ini juga dapat ditemukan pada sumsum tulang dan darah. Selain digunakan untuk penyakit-penyakit kanker atau kelainan darah, selpunca hematopoietik saat ini juga diteliti untuk digunakan bagi pasien dengan kelainan saraf (seperti serebral palsi), autisme, kelainan metabolisme, dan lainnya.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP