Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 September 2017 | 19.00 WIB

Predator Anak Kian Marak, Ini Lima Faktor Penyebabnya

Ilustrasi predator anak - Image

Ilustrasi predator anak

JawaPos.com - Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dinilai sangat memprihatinkan. Bahkan, data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat, 3000 lebih kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan pada 2017.


Sosiolog Musni Umar mengatakan, terdapat lima faktor penyebab kian maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak. Terutama, banyaknya sajian tontotan seks yang merangsang nafsu birahi para lelaki.


"Pertama, banyaknya tontonan seks yang merangsang laki-laki. Kedua, kurang baiknya pengasuhan anak-anak perempuan, sehingga diasuh oleh yang bukan seharusnya mengasuh," kata Musni saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (29/9).


Faktor ketiga kata Musni, manusia diberi kodrat menyukai anak laki-laki dan anak perempuan. Menurut dia, wujud dari menyukai anak-anak jika tidak disertai dengan pengawasan, maka sering terjadi kekerasan seksual pada anak-anak.


"Keempat, akibat pengangguran atau tidak ada kegiatan, maka energi yang dimiliki disalurkan pada hal-hal yang negatif seperti kekerasan seksual pada anak-anak," jelasnya.


Faktor terakhir, yaitu pergaulan bebas mengakibatkan seks bebas. Tidak hanya perempuan dewasa yang digauli tetapi, juga anak-anak.


Musni menambahkan, untuk mencegah terjadinya kekerasan seks bebas pada anak-anak perempuan agar tak terulang, maka anak-anak perempuan tidak boleh diasuh, dijaga, dan dipelihara oleh laki-laki. "Apakah itu keluarga dekat apalagi orang lain," tegasnya. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore