
Salah satu pertandingan di kompetisi Liga 1. Terkait tingkat kepuasan terhadapi PT LIB, Exco buka posko pengaduan
JawaPos.com - Aliran dana dari pembagian hak siar kompetisi sudah pasti tidak mengalir ke klub-klub peserta Liga 2. Operator kompetisi, PT LIB (Liga Indonesia Baru) memang sudah menegaskan bahwa, dana dari hak siar tersebut hanya mereka berikan kepada tim-tim peserta Liga 1 atau kompetisi kasta tertinggi tanah air.
Sikap operator yang berat sebelah tersebut, sudah tentu akan menimbulkan keresahan di klub-klub peserta Liga 2. Sebab, bagi mereka, kebijakan yang dilakukan oleh liga tersebut adalah bentuk diskriminasi yang nyata. Nah, tidak mau masalah tersebut berlarut - larut, pihak Executive Committee (Exco) PSSI berencana membuka posko pengaduan untuk menampung keluhan klub.
"Jadi, kalau ada klub-klub yang sampai saat ini tidak puas dengan kinerja operator, laporkan saja ke kami, nanti kami akan membahasanya di rapat Exco bersama ketua umum PSSI (Edy Rahmayadi, Red)," kata Yoyok Sukawi, salah satu anggota Exco PSSI.
"Terutama terkait pembagian hak siar televisi yang harus didapatkan oleh klub liga 2. Masalah ini harus mendapat kepastian dan kejelasan," ucapnya.
Seperti yang diketahui, keresahan sedang dialami oleh tim-tim besar tanah air yang saat ini menjadi peserta berkompetisi kasta kedua tanah air itu. Terutama bagi mereka yang lolos ke babak 16 besar. Penyebabnya, mereka disebut-sebut tidak mendapat hasil apa-apa dari hak siar atas semua pertandingan yang pernah ditayangkan langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional.
Chief Operating Oficer PT LIB (Liga Indonesia Baru), Tigorshalom Boboy memang telah menegaskan bahwa, hak antara peserta Liga 1 dan Liga 2 tidak sama terkait pembagian pendapatan dari hak siar tersebut. "Klub peserta Liga 2 memang tidak mendapat pembagian dari pendapatan hak siar. Karena semua sudah termasuk dalam subsidi yang kami berikan," kata Tigor.
Memang, dalam manager meeting yang dilakukan saat awal kompetisi lalu, telah disepakati bahwa, setiap klub mendapat subsidi sebesar Rp 500 juta di babak penyisihan grup, kemudian ditambah Rp 400 juta bagi klub yang lolos ke babak 16-besar. Sementara total 16 klub yang mengikuti babak play-off, diberikan dana bantuan sebesar Rp 100 juta.
Selain itu, klub yang berhasil menjuarai kompetisi berhak mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 1 miliar, sementara posisi runner-up mendapat hadiah Rp 750 juta, dan Rp 400 juta bagi tim peringkat ketiga. Hadiah lainnya, pemain terbaik dan top skorer masing-masing mendapat hadiah sebesar Rp 100 juta.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
