Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Bikin Resah, Preman Kuasai Parkir Liar di Stadion GBK

| editor : 

Seorang preman mendekati sopir bus dan meminta uang kepada sopir bus.

Preman meminta uang parkir di stadion Gelora Bung Karno (Elfany Kurniawan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Preman-preman kampung yang ada di sekitar halaman Stadion Utama Gelora Bung Karno(SUGBK) terus membuat resah. Pasalnya, mereka menarik uang dengan biaya tak masuk akal kepada pengendara di sana.

Hal ini dikeluhkan oleh sejumlah pengemudi kendaraan roda empat yang memasuki SUGBK. Mereka bahkan geram dengan maraknya aksi pungutan liar yang terjadi di kawasan tersebut.

Salah satunya adalah Rojikin (39). Dia adalah sopir bus yang mengantar rombongan mahasiswa Universitas Mercubuana, Jakarta ke SUGBK. Di sana, dia mengaku mengalami tindakan pungutan liar(Pungli) dari preman-preman.

Awalnya, setelah membayar tiket masuk resmi, dia hendak mencari lahan parkir. Setelah menemukan tempat parkir, tiba-tiba ada pria bertato yang meminta uang parkir lagi senilai Rp 20 ribu. Preman itu meminta dengan cara paksa dan mengaku menguasai lokasi parkir.

"Tadi saya sudah bayar tiket di depan empat puluh ribu, terus kata petugas loket sudah tak ada bayar lagi di dalam. Tapi saat ke tempat parkir saya diminta bayar dua puluh ribu," terangnya di kawasan GBK, Kamis (21/9).

Saat meminta uang, preman itu katanya tidak meminta dengan baik-baik, tapi memaksa dan seperti memalak. Mengalami hal itu, dia lantas melapor kepada petugas keamanan. Namun saat itu petugas keamanan seakan tak berdaya menghadapi preman.

"Satpamnya bilang begini, 'udah kasih aja untuk uang rokok'. Saya kasih seikhlasnya lima ribu. Tapi enggak mau malah ngotot minta dua puluh ribu. Terus saya minta kwitansi dan tanda terima gak ada, tapi udah begitu ya saya kasih aja" ujarnya.

Selain Rojikin, pengemudi lainnya yakni Anwar (22) juga mengalami hal serupa. Ketika itu dia memarkir mobil di depan gedung Jakarta Convention Center(JCC). Tak berapa lama, seorang pria langsung mendekatinya dan meminta uang Rp 10 ribu. 

Uang itu kata dia, di luar uang tiket yang yang dibayar di pintu masuk. "Padahal di depan di loket resmi sudah bayar Rp 5 ribu. Tapi ini dimintain lagi Rp 10 ribu. Udah gak ada kwitansi, atau tanda pembayaran. Berarti ini gak resmi. Ini pungli namanya" ketusnya.

Apa yang dilakukan para preman itu kata dia, tak sesuai dengan komitmen Presiden  Joko Widodo yang ingin memberantas pungutan liar (Pungli). "Pak Presiden bilang saber (Sapu Bersih) pungli. Tapi di GBK saja pungli ada dan praktiknya secara terang-terangan. Mohon kepada aparat penegak hukum agar bisa tertibkan preman dan bersihkan pungli di GBK," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sidik selaku Komandan Pleton Petugas Keamanan GBK membenarkan memang di kawasan GBK banyak oknum yang berkeliaran dan meminta biaya tambahan untuk parkir. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.

"Iya memang ada (preman), makanya pengemudi juga diharap lebih berhati-hati lagi. Kami juga kewalahan gak bisa tangani sendiri. Biasanya kami ada operasi tapi jarang karena kepentok biaya operasional," tukasnya.

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP