Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pendidikan

PPMI Arab Saudi Menjamu para Tenaga Musiman Haji

| editor : 

SHARING: Para temus dari Indonesia setelah pertemuan pada Kamis (7/9) di Makkah, Arab Saudi.

SHARING: Para temus dari Indonesia setelah pertemuan pada Kamis (7/9) di Makkah, Arab Saudi. (PPI Arab Saudi for JawaPos.com)

JawaPos.com - Bertempat di Hotel Lu’lu’ah ‘Aziziyah, Makkah al-Mukarramah pada hari Kamis (7/9), PPMI Arab Saudi menjamu para tenaga musiman haji (temus) dari perwakilan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Total ada sembilan negara yang mendapatkan kuota temus di musim haji 1438 H, yakni Lebanon (2 orang), Libya (2 orang), Mesir (45 orang), Maroko (5 orang), Sudan (12 orang), Syria (5 orang), Tunisia (2 orang), Yaman (8 orang), Yordania (4 orang). Di pertemuan silaturrahmi tersebut, dibuka dengan sambutan dari tuan rumah, PPMI Arab Saudi, yang langsung diberikan oleh Ketua Umum PPMI Arab Saudi periode 2017-2019 Byan Aqila Ramadhan.

Selanjutnya, perwakilan masing-masing PPI negara memperkenalkan diri dan menceritakan kondisi negara tempat studi, disertai dengan diskusi tanya jawab singkat. Acara disambung dengan sharing singkat dari perwakilan PPI Dunia oleh Rama Rizana.

Setelah itu penjelasan tentang Aliansi Keputrian Timur Tengah & Afrika (AKTA) oleh Rahmah Rasyidah, dan acara ditutup dengan sesi foto bersama, serta makan bareng. Tidak lupa, SekJend PPMI Arab Saudi 2015-2017 Prabasworo Jihwakir, menyampaikan beberapa pesan pengingat, di antaranya mengenai wacana penambahan kuota TEMUSH Timur Tengah dan Afrika dari Komisi VIII DPR RI yang perlu dikawal.

Sebab sebelumnya, temus mahasiswa Timur Tengah untuk tahun ini dipangkas menjadi 85 kuota saja. Ketetapan ini sudah disahkan oleh komisi 8 DPR RI. Abdul Ghofur Mahmudin, Presiden PPMI Mesir periode 2015-2016 sempat memaparkan bahwa peran mahasiswa Timur-tengah sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia.

Karena  selain sebagian besar Temus dari Mahasiswa Timteng langsung terjun kelapangan dan berhadapan dengan jamaah secara langsung, mahasiswa timteng juga punya nilai plus sendiri.

Pertama, mereka menguasai bahasa Arab, baik lisan maupun tulisan. Kedua, mereka sudah terbiasa berinteraksi dengan orang-orang Arab yang memiliki karakteristik berbeda dengan orang Indonesia. Ketiga, dan yang pasti mereka masih muda dan energik. Dan perlu diketahui bahwa menjadi Temus dalam pelayanan ibadah haji dibutuhkan kondisi prima dan kuat. ’’Terakhir, mahasiswa adalah kaum berpendidikan yang pastinya bekerja dengan diikuti akhlak dan sifat yang baik,” tuturnya. (*)

(ina/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP