
Fahira Idris saat berada di Mapolda Metro Jaya Rabu (13/9)
JawaPos.com - Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Fahira Idris menilai bahwa Asma Dewi tidak mungkin mentransfer uang sebesar Rp 57 kepada kelompok buzzer Saracen.
"Penjelasan dari adiknya, tidak mungkin beliau punya uang sebanyak itu. Tapi ini kita masih menunggu Laporan Hasil Analisis (LHA) Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK)," kata Fahira Idris di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/9).
Anggota DPD RI itu mengaku tidak mengenal dekat dengan Asma Dewi. Namun, dia mendapat informasi dari adik Asma Dewi bahwa tidak mungkin mempunyai uang sejumlah Rp 75 juta yang diduga untuk mentransfer ke kelompok buzzer Saracen.
Meskipun demikian, pihak LBH Bang Japar selaku kuasa hukum Asma Dewi, belum mengetahui sebenarnya uang yang di transfer Asma Dewi ke Saracen.
"Mengenai transfer uang itu menurut saya kita belum bisa mengeluarkan statement apapun, sebelum ada LHA dari PPATK keluar. Jadi tunggu aja dulu," ungkapnya
Lebih lanjut, dia berharap bahwa apa yang dituduhkan kepada Asma Dewi tidak benar dan dalam hal inu polisi harus bekerja secara profesional.
"Mudah-mudahan apa yang ditudugkan tidak benar, karena belum ada pembuktian," tandasnya.
Diketahui, polisi menangkap Asma Dewi pada Senin (11/9) karena dia telah memposting konten bernuansa kebencian dan SARA di akun Facebook miliknya. Setelah dilakukan pendalaman ternyata ada aliran uang Asma Dewi ke kelompok Saracen sebesar Rp 75 juta.
Saat ini, penyidik masih menunggu laporan hasil analisa dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menguatkan dugaan tersebut.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan empat tersangka pengurus Saracen, yakni JAS, MFT, SRN, dan AMH. Kelompok Saracen menetapkan tarif sekitar Rp 72 juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak untuk melakukan ujaran kebencian dan fitnah SARA di sosial media.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
