
Siswa SD di Palangka Raya protes sekolah mereka dibakar oleh orang tak dikenal.
JawaPos.com - Teror pendidikan di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah (Kalteng) belum kunjung reda. Sudah hampir 10 unit gedung sekolah yang terbakar dalam beberapa pekan terakhir.
Orang tua murid dan guru pun tidak bisa tenang melihat tempat belajar buah hatinya satu per satu mengalami kebakaran. Mengantisipasi tidak terjadi hal serupa di sekolah lain, wali murid dan para guru pun memilih untuk berjaga malam.
Tak mau ketinggalan, peserta didik juga melampiaskan isi hatinya yang turut larut dalam ketakutan akan teror kebakaran sekolah. Mereka adalah murid-murid dari SDN 5 Menteng, Jalan Temanggung Tilung.
Setelah upacara bendera, mereka menuangkan isi hati melalui pesan yang ditulis di kertas kosong. Curahan hati mereka pun berbeda-beda. Di antaranya, Jangan Bakar Sekolah Kami, Kami Ingin Sekolah Aman, serta Kasihan Kepala Sekolah dan Guru Kami yang Harus Jaga Malam.
Apa yang mereka lakukan itu memberi pesan kepada pembakar agar tidak melakukannya lagi dan berharap kepada polisi segera menangkap pelaku. Sebab, sekolah adalah bagian penting dari perjalanan panjang untuk meraih kesuksesan. "Jangan bakar sekolahku. Pak polisi, tolong tangkap mereka," ucap Tia, murid kelas IV, dengan wajah sedih diamini teman-temannya.
Sementara itu, Kepala SDN 5 Menteng Inalili, 56, mengungkapkan, sejak peristiwa kebakaran sekolah seminggu lalu, pihaknya memberlakukan piket jaga malam bagi para guru. Para orang tua murid juga diperkenankan bergabung.
Pihaknya merasa ketakutan bangunan sekolah menjadi target berikutnya. Langkah-langkah antisipasi lainnya adalah mengamankan arsip-arsip yang dianggap penting.
"Kita selalu waspada. Entah sampai kapan situasi seperti ini (piket jaga malam, Red) berlangsung," ungkapnya seraya mendukung penuh kepolisian mengungkap peristiwa kebakaran tersebut kemarin (31/7).
Berdasar pantauan Kalteng Pos, hampir semua SD memberlakukan jaga malam yang melibatkan para guru dan orang tua murid. Itu terlihat di SDN 2 Menteng, Jalan Galaxy.
Menurut salah seorang guru, Andriluni, piket jaga malam sudah dilakukan delapan hari. Mulai pulang sekolah sampai pagi di hari berikutnya. Sebanyak 29 guru dilibatkan dalam piket jaga malam. Memang, hal itu tidak wajar dan melenceng jauh dari tugas mereka sebagai tenaga pendidik. Namun, demi kepentingan sekolah, meÂreka tak mempermasalahkan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
