Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Juni 2017 | 07.05 WIB

Wacana Penambahan Lapas, Lahan Ada Terkendala Dana

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Dalam kondisi kapasitas rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) serba-kelebihan, penambahan fasilitas baru menjadi begitu mendesak. Menurut kajian Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kaltimra, sedikitnya diperlukan anggaran Rp 100 miliar untuk membangun fasilitas pemasyarakatan baru.


Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kaltimra Agus Toyib mengatakan, pemerintah daerah sudah mendukung upaya penambahan fasilitas tersebut, di antaranya menghibahkan tanah sebagai lokasi pembangunan. “Tapi, tidak jarang tanah yang diberikan, kontur hingga posisinya kurang pas," ucap dia.


Di Samarinda, Kanwil Kemenkumham Kaltim kebagian lahan di kawasan Desa Bayur, Samarinda Utara. Lahan tersebut sedianya digunakan untuk pembangunan Lapas Perempuan Samarinda. Hanya, lahan berada di kawasan perbukitan. Untuk mematangkan lahan, mereka harus mengeluarkan dana tambahan senilai Rp 2 miliar.


Dia menjelaskan, pematangan lahan jadi aspek penting dalam pembangunan pemasyarakatan. Sebab, nantinya lahan tersebut akan menopang konstruksi tahanan yang berbobot sangat berat. Jika tak matang, ketika banjir, lahan berpotensi mengalami pengikisan hingga bangunan terancam amblas.


Meski lahan sudah tersedia, mereka juga tidak bisa menyegerakan pembangunan. Itu adalah imbas dari kondisi keuangan yang kini tidak terlalu menunjang. “Serbadefisit, susah membuat bangunan baru,” ucap dia.


Apalagi, jika pihaknya mengusulkan proyek senilai Rp 100 miliar ke pemerintah pusat, anggaran digelontorkan secara bertahap dengan skema tahun jamak atau multiyears contract (MYC).


Dalam kondisi belum memungkinkan mendirikan bangunan, dia hanya berharap agar pemerintah daerah bisa lebih bijak dalam menghibahkan lahan. Idealnya, pemasyarakatan terletak dengan markas Polri atau TNI. "Sebab, jika ada kerusuhan, personel kami terbatas. Sedangkan untuk mengendalikan itu, kami sangat berharap militer dan polisi. Makanya harus dekat supaya cepat ditangani," kata Agus. (*/nyc/ndy/k11/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore