
KOPI DARAT: Prisdianto (dua dari kanan), ketua Gresik Reptile, bersama anggotanya di Bunderan GKB Kamis lalu (5/1).
Kepala Divisi Teknik dan Operasi PT Gresik Migas Prisdianto punya hobi menantang. Selain motor gede, dia hobi memelihara iguana. Dia juga mengumpulkan penghobi reptil, lantas menyatukannya dengan membentuk sebuah komunitas.
CHUSNUL CAHYADI
PRISDIANTO bergegas keluar rumah ketika matahari mulai bersinar. Sambil membawa kandang, lelaki 44 tahun itu ’’memburu’’ sinar matahari. Satu per satu kandang dikeluarkan dari rumah. Empat kali Pris –sapaan Prisdianto– bolak-balik. Dia memiliki empat ekor iguana.
Tiga ekor reptil berwarna cokelat dan hijau berukuran kecil alias baby. Seekor lagi dewasa berumur 3 tahun. Iguana kolombia itu dipelihara Pris sejak masih berusia 3–4 bulan. Perawatan reptil harus telaten.
’’Reptil bisa berumur sampai 20 tahun. Juga, enak dipandang mata,’’ katanya. Iguana membutuhkan sinar matahari. Sebab, sinar matahari pagi bisa menghangatkan tubuhnya. Selain itu, sinar matahari bisa membuat warna kulit iguana semakin cerah.
’’Untuk bisa mendapatkan warna kulit tidak kusam, ia harus mendapatkan sinar matahari cukup,’’ ucapnya. Masing-masing reptil yang baru dimandikan kemudian diletakkan di sebuah batang pohon.
Sejak empat tahun terakhir, suami Mariani tersebut memberikan perhatian serius terhadap semua hewan peliharaannya. Sebab, dosen teknik pemasaran Universitas Gresik (Ungres) periode 2010–2012 tersebut tidak ingin hewan peliharaannya kabur.
’’Sempat punya trenggiling. Mungkin kurang perhatian, hilang,’’ ungkapnya Kamis lalu (5/1). Perhatian terhadap hewan peliharaan seakan-akan melebihi perhatian terhadap anak semata wayangnya bernama Rangga Bijana, 16. Pris saban hari menyediakan dan menyuapi empat iguananya.
’’Makanan saya iris kecil-kecil, lalu saya suapi. Minumnya juga saya sendoki,’’ tuturnya. Iguana tergolong hewan omnivora, makan buah-buahan, bunga, dedaunan, dan binatang kecil.
Semua kebutuhan makan iguana, kata Pris, disiapkan sendiri. ’’Bahkan, setiap hari iguana ini saya mandikan,’’ kata sarjana teknik industri di Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta itu.
Ketika malam reptil tersebut tidak ditempatkan di kandang. Pris memiliki ruang kosong yang dikhususkan untuk empat reptil peliharaannya itu. Ruang kosong berukuran sekitar 3 x 3 meter tersebut bagai kamar tidur.
’’Malam kami lepas dalam ruang kosong,’’ ucapnya. Iguana dikenal binatang yang suka sendiri, seakan menginginkan ketenangan.
Dalam dekapan Pris, iguana kolombia berwarna hijau itu nurut. Pris mengelus punggungnya yang lancip dan tajam. Ketika belaian dilepas, iguana sepanjang lebih dari 1 meter itu, termasuk bagian ekor, langsung beraksi.
Kepalanya mendongak ke atas dan tubuhnya terus bergerak. ’’Sedang ingin kawin,’’ jelas Pris. Dia mengaku memiliki kepuasan batin ketika bisa membuat hewan jinak. ’’Kepuasan tersendiri. Apalagi, orang mengatakan hewan buas. Kenyataannya, kalau dirawat, bisa jinak,’’ ungkapnya.
Iguana termasuk reptil yang paling banyak disukai manusia. Di dunia ada sekitar 48 jenis iguana. Tidak semua spesies bisa dipelihara karena tergolong hewan langka dan dilindungi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
