
Ilustrasi pusat perbelanjaan, alokasi tempat berdagang kepada UMKM bisa membantu mngembangkan usahanya
JawaPos.com - Pengusaha mal di Jakarta didorong untuk memenuhi kewajiban penyediaan alokasi untuk pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan bisa menekan pedagang UMKM berjualan di trotoar jalan yang menyebabkan kemacetan.
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Inggard Joshua mendorong Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan audit terhadap pelaksanaan kewajiban para pengembang dalam mematuhi Peraturan Daerah (Perda) DKI No 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran.
Pasalnya, kuat dugaan para pengembang pusat perbelanjaan dan mal di Jakarta enggan mematuhi Perda Perpasaran tersebut.
Akibatnya banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan pedagang kaki lima (PKL) nekat berjualan di trotoar yang menyerobot hak pejalan kaki. Maraknya PKL yang berjualan di atas trotoar tak ayal membuat kondisi kawasan tersebut menjadi semrawut.
"Jangan sampai ada pengelola mal atau pusat perbelanjaan yang menempatkan pelaku UMKM di tempat yang gelap, tidak ada akses yang baik. Akibatnya jualan mereka tidak laku," ujar Inggard seperti dikutip RMOL (Jawa Pos Group), Jumat (15/3).
Terkait maraknya PKL yang berjualan di trotoar, Inggard mengharapkan untuk dilakukan penertiban oleh Satpol PP. Apalagi banyak PKL yang bukan warga Jakarta. Ia juga menyarankan agar Pemprov DKI membeli lahan sebagai lokasi penampungan UMKM dan PKL.
"Beli lahan untuk penampungan UMKM dan PKL harus ada akses jalannya, sehingga ketika dibangun lokasi binaan (Lokbin) mudah diakses masyarakat," pungkas caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra Dapil IX ini.
Seperti diketahui, pada awal Oktober 2018, DPRD DKI Jakarta mengesahkan Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran.Perda tersebut mewajibkan pengelola pusat perbelanjaan dan mal mengalokasikan 20 persen area pusat perbelanjaan untuk UMKM secara gratis.
Perda tersebut sebelumnya juga telah terangkum pada Perda Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta, dan bertujuan mengantisipasi persaingan para pelaku usaha, baik pengusaha mikro, kecil, hingga kelas atas

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
