
Trans Papua
JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus gencar melakukan pembangunan. Dari pembangunan jalan yang dilakukan, PUPR berhasil menyambungkan seluruh jalan Trans Papua Barat yang sepanjang 1.070,62 kilometer (km).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dari pembangunan jalan ini masyarakat di sana sudah mulai merasakan manfaat keberadaan Jalan Trans Papua dan Jalan Perbatasan Papua. Meski kendaraan yang melintas masih sedikit, namun penduduk yang sebelumnya berjalan kaki melalui medan yang sulit dan memakan waktu lama, kini telah bisa memangkas waktu lebih cepat karena keberadaan jalan Trans Papua ini.
"Jalan Trans Papua Barat terbagi menjadi dua segmen atau ruas, yakni segmen I Sorong-Maybrat-Manokwari (594,81 km) yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Papua Barat, yaitu Kota Sorong dan Manokwari yang dapat ditempuh selama 14 jam," katanya di Jakarta, Rabu (28/2).
Basuki menambahkan, pada segmen I ini juga, terhubung dengan Pelabuhan Arar yang merupakan pelabuhan tol laut. Dijelaskan, Pelabuhan Arar merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong.
Untuk segmen I ini sendiri, kondisinya 77 persen sudah beraspal dan sisanya masih berupa perkerasan tanah sepanjang 134,88 km. Basuki menambahkan bahwa masih diperlukan perbaikan geometrik jalan sepanjang 29,5 km.
"Sementara di segmen II, yaitu Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua, telah berhasil tembus pada Desember 2017 lalu. Dari panjang 475,81 km, segmen 2 ini kondisi jalannya sendiri yang beraspal 145,41 km dan perkerasan tanahnya masih 330,41 km. Masih perlu perbaikan geometrik jalan sepanjang 38,24 km," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Achmad Gani Gazali mengatakan, tantangan dalam pembangunan jalan ini yaitu kondisi alam yang masih berupa hutan, pegunungan, dan faktor cuaca. Untuk mengatasi kondisi ini, pihaknya akan bekerja sama dengan Pusjatan.
Di samping itu, juga dilakukan sistem kerja 3 sif agar target penyelesaian dapat tercapai. Meski ketersediaan material konstruksi terbatas di Papua, namun Achmad mengatakan bahwa pihaknya tetap berupaya untuk mengutamakan pemakaian material yang tersedia di pulau ini.
Kepala BPJN XVII Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, alokasi dana untuk penanganan Trans Papua Barat pada 2018, yakni sebesar Rp 950 miliar. Dana ini selain digunakan untuk pembangunan jalan, juga dipakai untuk pembangunan sejumlah jembatan karena melintasi banyak sungai.
"Hingga akhir 2017, jumlah jembatan yang butuh dibangun berjumlah 125 jembatan atau setara 3.350 meter. Pembangunan jembatan ini sifatnya semi permanen karena menggunakan jembatan bailey atau jembatan kayu. Kami menargetkan bisa selesai tahun 2019. Pada tahun ini sudah kita tangani pembangunan sebanyak 60 jembatan yang juga akan melibatkan Pusjatan untuk pendampingan," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
