
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah. (istimewa)
JawaPos.com - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah membantah bahwa pemerintah akan memperkecil luas tanah dan bangunan rumah subsidi. Justru pemerintah menginginkan rumah subsidi yang besar dan sehat dengan ukuran minimal tipe 36 dan tipe 40.
"Apapun rumahnya, tetap ya, tipenya tipe 36 dan tipe 40, minimal itu. itu yang ada di aturan kita," kata Fahri Hamzah saat ditemui usai acara Simposium Nasional Sumitronomics dan Arah Ekonomi Indonesia di Jakarta, Selasa (3/6).
Lebih lanjut, Fahri mengatakan bahwa pemerintah akan tetap berkomitmen untuk mengikuti desain daripada rumah sehat dan layak huni sebagaimana tertuang dalam keputusan Mahkamah Konstitusi, aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Habitat for Humanity.
Terlebih, kata Fahri Hamzah, rumah rakyat ini dibangun dan diperuntukkan bagi kepentingan jangka panjang. Mulai dari menciptakan keluarga yang sehat dengan memiliki tempat belajar, tempat aman hingga ruang berdialog.
"Beda dengan kos-kosan atau rumah transit atau rumah sewa untuk satu orang, itu beda. Tapi secara umum konsep untuk rumah rakyat harus layak, harus besar, harus sehat," ujar Fahri.
Kendati begitu, pemerintah sendiri memang memiliki ukuran rumah khusus di lokasi-lokasi darurat dan tempat bencana. Tetapi, untuk rumah rakyat memang standar yang digunakan adalah tipe 36 dan tipe 40.
"Karena itulah, kita memakai standar tipe 36 dan tipe 40 itu adalah minimal untuk rumah rakyat. Tapi untuk kebutuhan lain, di tempat bencana atau di tempat darurat itu beda lagi konsepnya," tambahnya.
Selain itu, Fahri juga mengungkapkan bahwa jika memang pemerintah mau mengefektifkan tanah. Maka bukan justru memperkecil luas bangunan, melainkan kata dia, pihaknya akan melakukan kampanye penggunaan rumah vertikal.
Pasalnya, melihat kondisi kota, rumah tapak memang tidak bisa dimasifkan, kecuali dengan pembangunan rumah susun ataupun rumah vertikal.
"Terutama di kota-kota, kita tidak bisa lagi punya tanah yang memadai untuk membangun rumah tapak, maka kita memasifkan rumah susun dan rumah vertikal. itu desain daripada masa depan kita," pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah berencana bakal memperkecil luas minimal rumah subsidi di Indonesia. Pemangkasan ini akan berlaku untuk luas tanah dan juga luas lantai rumah tapak yang masuk dalam Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Rencana tersebut nantinya akan tertuang dalam aturan baru Keputusan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nomor/KPTS/M/2025.
Dalam draft aturan baru yang beredar itu tercantum bahwa luas tanah rumah tapak bersubsidi akan diperkecil menjadi terendah 25 meter persegi dan paling tinggi 200 meter persegi. Sedangkan untuk luas bangunan paling rendah 18 meter persegi dan paling tinggi 36 meter persegi.
Merespons hal itu, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menilai rencana pemerintah untuk memperkecil luas tanah dan bangunan rumah subsidi tidak ideal.
Ketua Apersi, Junaidi Abdillah mengatakan dengan luas tanah sebesar 25 meter persegi dan 18 meter persegi luas lantai rumah subsidi tidak cocok dijadikan sebagai rumah masa depan. Pasalnya, dengan ukuran tersebut Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) tidak bisa memperluas bangunan. Bahkan dinilai tidak layak untuk keluarga kecil yang memiliki keturunan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
