
Dirut PT PP Properti (Persero) Tbk, Ir Taufik Hidayat, M.Tech saat melakukan paparan di kantor Group Jawa Pos Jakarta, Rabu (22/1). (Hanung Hambara/Jawa Pos).
JawaPos.com - Pengembang properti PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana membangun sejumlah produk rumah tapak untuk meningkatkan kinerja keuangan pada tahun ini. Rumah tapak dengan harga terjangkau diyakini banyak diminati pencari rumah pertama untuk ditinggali.
Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat menjelaskan, perseroan akan menambahkan pengembangan pada produk rumah tapak karena sesuai dengan minat pasar saat ini. Selain itu pembangunan rumah tapak yang terhitung lebih cepat sehingga dapat mempercepat cash in Perseroan.
“Hal ini sesuai dengan aturan PSAK 72, dimana pengakuan pendapatan baru akan dicatat pada saat serah terima,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (13/2).
Produk rumah tapak yang akan diresmikan tersebut berlokasi di Rancasari Bandung, Transyogi-Cibubur dan Cengkareng-Jakarta Barat. Lokasi-lokasi ini terbilang strategis sehingga akan meningkatkan minat dari konsumen.
Adapun, jumlah unit yang ditawarkan masing-masing proyek adalah sekitar 536 unit, 607 unit, dan 179 unit yang akan dikerjakan dalam beberapa fase.
Pengembangan rumah tapak ditargetkan untuk pasar kelas menengah dengan menawarkan kisaran harga yang terjangkau sekitar Rp 800 juta dengan mengusung konsep millenial. Lokasi-lokasi rumah tapak yang ditawarkan sangat dekat dengan moda transportasi umum dan toll gate.
Adapun, target pendapatan Perseroan tahun ini menyentuh sekitar Rp 3,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 346 miliar. Pihaknya meyakini target ini dapat dicapai karena ditopang oleh proyek residensial, serta pendapatan berulang yang diperoleh dari Mall dan Hotel.
“Kami optimistis proyek-proyek landed house ini bisa terserap pasar. Ini bagus untuk mendukung target marketing sales Perseroan yang dipatok Rp 3,8 triliun tahun ini. Apalagi, dengan berakhirnya tahun politik, kami berharap permintaan properti akan kembali meningkat. Selain landed house, PPRO tetap melanjutkan pengembangan apartemen yang sedang berjalan,” tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
