
Menko PM Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/11). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perlindungan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat skema Perlindungan Sosial (Perlinsos) Adaptif bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah munculnya penduduk miskin baru akibat kerentanan terhadap berbagai bencana alam yang melanda Tanah Air.
“Perlindungan Sosial Adaptif ini adalah antisipasi yang kita koordinasikan secara komprehensif, baik menyangkut keberpihakan negara pemerintah, berbagai stakeholders, masyarakat, untuk berkoordinasi agar Perlindungan Sosial Adaptif ini mengantisipasi,” kata Cak Imin saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/11).
Cak Imin menyoroti persoalan klasik terkait lahan relokasi yang kerap menghambat proses perlindungan sosial. Ia mengaku, mendapat masukan dari warga soal relokasi ke tempat lebih aman dari bencana.
“Tanah relokasi yang terutama milik PTPN. Ini problem aturan. Nanti saya akan lapor Presiden supaya ada kemudahan aturan agar PTPN ini juga menyediakan tanah-tanahnya untuk rakyat,” tegasnya.
Ketua Umum PKB itu juga menyoroti permasalahan data penerima bantuan sosial yang kerap dicoret dari daftar hanya karena dinilai sudah tidak berhak berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Padahal di lapangan, masih banyak warga yang belum benar-benar mandiri secara ekonomi.
“Dianggapnya sudah mandiri. Sudah naik kelas. Ternyata, belum naik kelas. Nah nanti kita cek lagi, kita akan cocokkan,” ujar Cak Imin.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif dalam memperbaiki masalah tersebut. Menurutnya, perangkat daerah juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan perlindungan sosial berjalan tepat sasaran.
Selain BPJS Kesehatan, program bantuan juga harus menyasar BPJS Ketenagakerjaan agar perlindungan sosial masyarakat semakin menyeluruh.
“Sinkronisasi warga-warga yang seharusnya menerima bantuan iuran untuk BPJS Kesehatan terutama, dan juga BPJS Ketenagakerjaan, untuk bisa memulai lagi sistem perlindungan sosialnya,” paparnya.
Konsep Perlinsos Adaptif, lanjutnya, bukan hanya terkait bantuan pasca bencana, tetapi lebih pada mitigasi sejak dini untuk mencegah kerugian dan korban jiwa. Ia menekankan, bantuan seringkali baru datang setelah bencana terjadi, padahal kawasan rawan justru membutuhkan perhatian lebih sebelum bencana muncul.
“Kadang-kadang orang mau bantu kalau sudah bencana. Kalau rawan-rawan ini antisipasinya kurang tepat. Karena itu kita bikin percontohan. Perlindungan adaptif rawan bencana, terantisipasi dengan baik sejak awal,” tuturnya.
Ia pun memastikan, Perlinsos Adaptif tidak hanya dilakukan bagi masyarakat di Kabupaten Sukabumi, tapi juga di wilayah lain yang dinilai rawan bencana. Ia tidak menginginkan, ada angka kemiskinan baru akibat bencana.
"Disamping menanggulangi kemiskinan kita mencegah jatuh miskin baru," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
