
Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan gestur hormat saat menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10). (Istimewa)
JawaPos.com - Ketua DPR RI Puan Maharani sempat menjadi sorotan usai tak menunjukkan gestur hormat saat lagu Indonesia Raya berkumandang, dalam momen pelantikan menteri dan wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (17/9). Gestur Puan saat itu sempat ramai menjadi perbincangan publik.
Namun, sikap berbeda ditunjukkan Puan saat menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Rabu (1/10). Puan terekam kamera memberi hormat pada Bendera Merah Putih yang dikibarkan.
Sikap tersebut dinilai sesuai dengan Pasal 15 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, TB Hasanuddin menegaskan, yang dimaksud dengan sikap hormat bukanlah salam militer.
Melainkan berdiri tegak dengan postur sempurna, meluruskan lengan ke bawah, tangan mengepal, ibu jari menghadap ke depan, serta pandangan lurus ke depan.
“Sikap itu sudah benar. Penghormatan harus angkat tangan kalau pakai penutup kepala,” kata Hasanuddin kepada wartawan, Rabu (1/10).
Penjelasan serupa disampaikan akademisi Universitas Negeri Yogyakarta, Budi Mulyono. Menurutnya, sikap hormat tanpa gestur angkat tangan sering dilakukan Presiden dan Wakil Presiden pertama RI, Soekarno dan Mohammad Hatta.
Dalam dokumentasi sejarah, keduanya kerap berdiri tegak penuh khidmat saat lagu Indonesia Raya diperdengarkan, meski tak selalu memberi hormat militer.
“Soekarno dengan gaya militernya, meskipun ia bukan dari kalangan militer tetapi suka dengan style seperti itu. Sementara Hatta cukup berdiri tegak, bersikap khidmat dan hormat,” jelas Budi.
Budi menambahkan, gerakan salam hormat dengan tangan ke pelipis berasal dari tradisi militer yang kemudian diadopsi sebagian kalangan sipil. Namun, secara hukum dan praktik sipil, berdiri tegak sudah cukup untuk menunjukkan penghormatan.
“Untuk kegiatan sipil, saya kira tidak ada yang lebih tinggi di antara keduanya. Keduanya sama-sama bentuk penghormatan,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022