
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nico Siahaan.
JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, memantau langkah Pemerintah dalam memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) pasca demonstrasi berdarah yang berujung kerusuhan di Kathmandu, Nepal. Ia menekankan agar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga memfasilitasi kebutuhan WNI yang memilih untuk tetap bertahan di negara tersebut.
Junico menegaskan keselamatan WNI di luar negeri merupakan mandat konstitusional negara. Karena itu, ia mendorong Kemlu dan seluruh perwakilan diplomatik Indonesia untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat, terkoordinasi, serta tanpa diskriminasi.
“Tidak boleh ada satu pun WNI yang ditinggalkan dalam situasi krisis,” kata pria yang karib disapa Nico kepada wartawan, Kamis (18/9).
Meurut data Kemlu, jumlah WNI yang terdaftar berada di Nepal sebanyak 134 orang. Dari jumlah tersebut, 56 WNI merupakan warga yang menetap, sementara 78 lainnya tercatat sebagai wisatawan maupun pebisnis.
Hingga kini, sebanyak 57 WNI dengan kunjungan singkat telah berhasil dipulangkan, sementara sisanya masih dalam proses evakuasi bertahap. Adapun 56 WNI yang menetap memilih tetap bertahan karena memiliki keluarga di Nepal.
Nico turut menyampaikan apresiasi kepada Kemlu dan perwakilan Indonesia di Nepal yang telah membantu proses pemulangan WNI.
“Tentunya kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memfasilitasi kepulangan saudara-saudara kita dari Nepal,” ujarnya.
Namun demikian, legislator yang akrab disapa Nico itu mengingatkan agar perlindungan tidak berhenti pada pemulangan. Menurutnya, WNI yang masih bertahan di Nepal tetap harus difasilitasi, baik dari sisi logistik, keamanan, pendampingan psikologis, hingga kebutuhan administratif.
“Pendampingan jangan sekadar untuk memulangkan, tapi juga membantu mereka yang memilih bertahan. Termasuk keluarga WNI di Indonesia yang mengalami kesulitan berkomunikasi dengan keluarganya di Nepal,” ucap Nico.
Lebih lanjut, Nico menilai Pemerintah perlu memperkuat sistem peringatan dini dan komunikasi krisis di seluruh perwakilan RI di luar negeri. Hal ini penting untuk memastikan WNI mendapatkan perlindungan serta informasi yang cepat ketika terjadi eskalasi politik maupun keamanan.
“Melindungi segenap bangsa Indonesia tidak berhenti di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri. Komisi I DPR RI akan terus mengawal agar setiap WNI, di manapun mereka berada, mendapat jaminan perlindungan penuh dari negara,” pungkasnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
