
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto resmi bebas dari Rumah Tahanan KPK setelah mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto terkait kasus suap, Jakarta, Jumat (1/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Pemberian amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan abolisi terhadap mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Tom Lembong oleh Presiden Prabowo Subianto memicu berbagai reaksi di ruang publik.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai langkah ini tidak sekadar bernuansa hukum, melainkan kuat dalam konteks menjaga stabilitas politik nasional pasca Pemilu 2024.
"Kalo mendengar argumen menteri hukum, salah satu argumen pemberian abolisi dan amnesti karena alasan kebangsaan, kondusifitas, dan kerjasama dengan semua pihak dengan semua elemen," kata Adi kepada JawaPos.com, Senin (4/8).
Ia menilai, adanya niat kuat dari Presiden Prabowo untuk meredakan ketegangan politik yang sempat memanas saat dan pasca-pilpres.
"Dari pernyataan ini tersirat bahwa menjaga kondusifitas dan menjaga harmoni jadi argumen mendasar," ujar Adi.
Ia menambahkan, kasus yang menjerat Hasto dan Tom memang menarik perhatian publik secara luas, karena dinilai lebih kental nuansa politiknya dibanding aspek hukumnya.
"Apapun judulnya, kasus Tom dan Hasto membetot perhatian publik secara serius karena dinilai unsur politiknya kentara dibanding unsur hukum. Memantik pembelahan publik cukup ekstrem dan menyerang pemerintah secara terbuka," tegasnya.
Adi mengingatkan keduanya adalah tokoh penting dari dua kubu utama rival Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2024. Pasalnya, Tom mewakili kubu pendukung Anies Baswedan dan Hasto mewakili kubu PDIP pendukung Ganjar saat Pilpres 2024 lalu.
"Dua figur ini tentu mewakili pihak yang non pemerintah yang perlu diajak kerjasama untuk membendung gejolak dan huru-hara politik tak berkeseudahan," urai Adi.
Adi pun menyebut langkah ini sebagai bentuk rekonsiliasi yang mendapat respons positif dari masyarakat.
"Pemberian abolisi dan amnesti diapresiasi publik karena dinilai mencerminkan aspirasi arus besar publik yang melihat kasus Tom dan Hasto politis, bukan murni hukum," ujarnya.
Terkait posisi PDIP yang terlihat ambigu dalam relasi kekuasaan saat ini, kata Adi, PDIP memang sudah menyatakan mendukung pemerintah. Namun, sikap politik itu dipastikan PDIP tetap berada di luar pemerintahan.
"PDIP kelihatan ingin di luar, tapi dalam praktiknya PDIP dukung penuh Prabowo. Berkoalisi dari luar judulnya," pungkasnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
