Politisi PKS Mardani Ali Sera.(Royyan)
JawaPos.com - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menyatakan Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 atau Konferensi Persatuan Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), mendorong penyelesaian konflik yang terjadi antara Pakistan dan India.
Ia menegaskan, Indonesia mendesak seluruh anggota PUIC untuk mengambil tindakan nyata melalui diplomasi parlementer, solidaritas kemanusiaan, dan dukungan terhadap proses hukum internasional. Termasuk, penyelesaian konflik agresi militer Israel terhadap Palestina.
"Kami menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel, untuk menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/5).
Mardani mengecam keras tindakan Israel yang memperluas serangan hingga ke pemukiman dengan cara ilegal, serta genosida sistematis yang terjadi di Gaza. Ia pun tak menginginkan konflik global berkepanjangan, menyusul konflik Pakistan-India.
Mardani menekankan, pentingnya tata kelola yang baik sebagai kunci ketahanan umat Islam menghadapi tantangan global. Hal itu dilakukan melalui rasa keadilan, amanah, dan akuntabilitas menjadi landasan dalam memperkuat demokrasi dan kerja sama antar parlemen negara-negara Muslim.
"Walaupun sebagian besar anggota OKI merupakan negara berkembang, reformasi institusional menjadi langkah krusial agar negara tersebut bisa bertransformasi menjadi negara maju dan memiliki kapasitas untuk bertindak secara kolektif," papar Mardani.
Lebih lanjut, Mardani menyatakan bahwa perhelatan PUIC ke-19 di Indonesia sekaligus menandakan 25 tahun terbentuknya OKI. Ia menegaskan, hal itu diharapkan mampu memperkuat komitmen dalam tata kelola pemerintah yang adil.
“Termasuk memperkokoh institusi, memperjuangkan aspirasi umat Islam, serta mempererat persatuan umat Islam demi masa depan yang lebih damai dan beradab,” pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
