
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto hadir memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/8). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto enggan membahas polemik terkait pemeriksaan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasto mengaku, saat ini dirinya tengah sibuk menyelesaikan penelitian disertasi di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI).
Penelitian itu dilakukan untuk menyelesaikan gelar doktoral kedua. Setelah sebelumnya Hasto Kristiyanto menyelesaikan studi doktoral pertama di Universitas Pertahanan (Unhan).
"Kalau di Universitas Pertahanan, disertasinya tentang teori geopolitik Soekarno, maka di SKSG UI ini fokusnya mengkonstruksikan teori pelembagaan partai dalam kaitannya dengan kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri, ideologi dan relevansinya terhadap ketahanan partai,” kata Hasto ditemui di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (25/6).
Hasto hanya tersenyum saat disinggung persoalan hukum di KPK maupun Kepolisian. Ia menegaskan, saat ini tengah fokus pada percepatan studi disertasi di SKSG UI. Politikus asal Jogjakarta itu mengaku dirinya bakal mengikuti ujian seminar hasil tahap dua pada pekan depan.
"Saya kebut disertasi di UI, nanti ada konstruksi teori pelembagaan partai. Pendekatannya mixed method melalui tahapan kualitatif dengan critical discourse analysis, dan fenomenologi. Sedangkan secara kuantitatif juga sudah diselesaikan dengan responden sebanyak 2028 dari seluruh Indonesia baik dari internal maupun eksternal, khususnya dosen politik, ilmu pemerintahan, PPKN, ketahanan nasional dan ilmu pertahanan,” ucap Hasto.
Lebih lanjut, Hasto berharap penelitian yang dihasilkan dapat meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.
"Model yang disusun dengan variabel kepemimpinan strategis, ideologi, pelembagaan partai, dan ketahanan partai dikaji secara komprehensif dan diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia melalui pelembagaan partai,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Hasto Kristiyanto diperiksa KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) yang menjerat daftar pencarian orang (DPO) Harun Masiku, pada Senin (10/6). Usai menjalani pemeriksaan, Hasto mengaku bahwa handphone (HP) miliknya disita KPK.
Penyitaan HP itu setelah penyidik KPK menggeledah staf Hasto, Kusnadi, ketika menemani pemeriksaan di gedung lembaga antirasuah. Bahkan, pihak Hasto dan Kusnadi juga telah melaporkan penyidik ke Dewan Pengawas KPK dan Komnas HAM buntut penyitaan HP tersebut.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
