
Ratusan massa yang tergabung dalam Poros Buruh menggelar demonstrasi di depan Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2024).
JawaPos.com-Organisasi relawan Prabowo – Gibran, Rumah Keluarga Bersama (RKB) menyayangkan dengan aksi bakar spanduk bergambar Presiden Jokowi dan Ketua KPU Hasyim Asy’ari oleh sejumlah demonstran tolak hasil Pemilu 2024 di depan gedung KPU, Senin (18/3).
Ketua Umum RKB Wigit Bagoes Prabowo meminta masyarakat yang tidak puas dengan hasil Pemilu 2024 tidak melakukan tindakan anarkistis. Wigit pun menyarankan mereka yang menolak hasil Pemilu bisa disalurkan melalui mekanisme yang sudah disediakan dan dijamin oleh konstitusi.
“Sudah ada jalur dan mekanisme yang dijamin oleh konstitusi, seperti MK. Kalau memiliki data dan bukti dugaan kecurangan silahkan dibuka di MK jangan lewat koboi jalanan,” tegas Wigit.
Menurut Wigit, pelaksanaan Pemilu 2024 termasuk rekapitulasi suara sudah sangat transparan dan sudah memenuhi asas jujur dan adil. Jadi tambah Wigit, tudingan bahwa adanya kecurangan yang sistematis yang dilakukan Presiden Jokowi dan KPU sangatlah berlebihan.
“Tuduhan pendemo bahwa KPU dikendalikan oleh Presiden Jokowi demi kemenangan Prabowo–Gibran adalah tudingan yang tidak berdasarkan data dan fakta, itu semua hanya dilandasi oleh isu-isu hoaks,” tutur Wigit.
Adanya aksi demo penolakan hasil Pemilu 2024 ini, RKB melihat ada sejumlah elite politik yang tidak puas dengan kekalahan paslon capresnya berusaha memainkan perasaan rakyat.
“Sudah terlihat jelas gerakan-gerakan dan demonstrasi yang mengarah anarkis ini digerakkan oleh sejumlah elite politik dari pihak yang kalah Pemilu. Saya nilai mereka telah memainkan dan melukai perasaan rakyat yang sebenarnya menerima hasil Pemilu,” ungkap Wigit.
Dengan tidak adanya data dan fakta kecurangan Pemilu 2024, RKB mengajak semua lapisan masyarakat untuk legawa menerima hasil Pleno KPU. Wigit beralasan hal ini demi keutuhan dan persatuan bangsa.
Selain itu, RKB mendukung penuh pemerintah mendatang untuk melanjutkan roda pemerintahan karena permasalahan rakyat butuh solusi bukan argumentasi elit politik.
Seperti diketahui, aksi demo massa yang menolak hasil Pemilu 2024 berlangsung di depang Gedung KPU Jakarta, Senin (18/3) sore. Demo yang dipimpin oleh mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko ini menuding Pilpres 2024 penuh dengan kecurangan.
Demonstrasi ini pun disisipi oleh aksi pembakaran spanduk bergambar Presiden Jokowi dan Ketua KPU, Hasyim Asy’ari oleh sejumlah oknum demonstran. (*)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
