Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Januari 2024 | 01.12 WIB

Bantah Budiman Sudjatmiko, Sudirman Said Sebut yang Disampaikan Tom Lembong Adalah Fakta

Juru Bicara (Jubir) Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan, Sudirman Said, di Rumah Koalisi Perubahan, Jakarta Selatan (Royyan/JawaPos.com) - Image

Juru Bicara (Jubir) Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan, Sudirman Said, di Rumah Koalisi Perubahan, Jakarta Selatan (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Co-captain Tim Nasional pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas AMIN) Sudirman Said membantah adanya pelanggaran etik yang dilakukan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong. Hal itu terkait pernyataannya yang mengatakan telah 7 tahun memberi contekan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sudirman mengatakan, ucapan Tom Lembong itu lebih hanya ingin menyampaikan apa yang sudah dilakukannya saat menjadi orang dekat Jokowi.
 
"Saya kira yang disampaikan pak Tom Lembong ini sekadar fakta dan pengalaman," katanya kepada wartawan, Selasa (23/1).
 
 
Ia menyebut bahwa bercerita soal apa yang sudah dilakukan merupakan hal biasa, termasuk yang dilakukan Sudirman saat menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM).
 
"Saya pun sering bercerita apa yang saya lakukan pada saat bekerja dulu," ungkapnya.
 
"Jadi tidak ada niat melanggar, hanya menceritakan bagian dari tugasnya di masa lalu adalah menulis pidato, saya kira normal saja tidak ada yang melanggar," tandas Sudirman.
 
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo Gibran, Budiman Sudjatmiko menanggapi pernyataan Tom Lembong yang menyebut tujuh tahun membuat contekan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menanggapi Cawapres Gibran Rakabuming Raka. 
 
Menurut Budiman, pernyataan Tom Lembong tersebut adalah sebuah pelanggaran etika profesional sebagai seorang mantan menteri.
 
 
“Pak Tom Lembong yang dulu sebagai pembantu presiden yang memberikan masukan kepada Pak Jokowi ini tidak layak diumumkan kepada publik. Apalagi menyebut kata ayahnya mas Gibran, melanggar etika profesional. Padahal Paslon satu seringkali bicara tentang etika,” tegas Budiman Sudjatmiko kepada wartawan, Senin (22/1/24).
 
Budiman menjelaskan, tugas seorang menteri sebagai pembantu presiden memang memberikan masukan kepada presiden sesuai keahliannya.
 
“Presiden memang tidak akan menguasai semua hal secara detail, itulah tugas pembantum seorang menteri. Untuk itu dia dipercaya dan mendapatkan fasilitas dari negara. Toh, keputusan terakhir tetap diambil oleh Presiden," jelasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore